PANGKALPINANG — Ancaman kepunahan tiga spesies ikan tempalak endemik Pulau Bangka mendorong sinergi baru antara BUMN tambang dan pegiat lingkungan. PT Timah (Persero) Tbk menggandeng Yayasan Ikan Endemik Bangka Belitung, The Tanggokers, untuk memperkuat upaya konservasi ikan yang hanya hidup di perairan darat Pulau Bangka ini.
Dewan Pembina Yayasan Ikan Endemik Bangka Belitung, Swarlanda Gusti, mengatakan kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam menjaga kekayaan hayati provinsi kepulauan tersebut. "Kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam menjaga kekayaan hayati Bangka Belitung," ujarnya di Pangkalpinang, Senin.
Tiga Spesies Ikan Tempalak yang Terancam Punah
Hasil penelitian yayasan menunjukkan tiga spesies ikan tempalak endemik Pulau Bangka sudah dalam status kritis. Ketiganya adalah Betta burdigala, Betta chloropharynx, dan Betta schalleri. Data dan karakteristik ketiga ikan ini telah didokumentasikan dalam buku berjudul Biodiversitas Ikan Tempalak (Wild Betta) Endemik Pulau Bangka.
Buku tersebut memuat informasi lengkap soal karakteristik, persebaran, hingga habitat alami masing-masing spesies. Publikasi ini diharapkan menjadi referensi ilmiah sekaligus media edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga keberadaan ikan endemik beserta ekosistem habitatnya.
Dukungan PT Timah: dari Riset hingga Kolam Mini
PT Timah tidak hanya mendanai proses penyusunan buku. Perusahaan juga memfasilitasi kegiatan penelitian dan pembangunan kolam-kolam mini. Kolam ini nantinya dimanfaatkan sebagai sarana konservasi dan pengembangan ikan endemik Pulau Bangka.
"Dukungan PT Timah ini penting untuk mendukung proses penyusunan buku melalui fasilitasi kegiatan penelitian serta pembangunan kolam-kolam mini yang dimanfaatkan sebagai sarana konservasi dan pengembangan ikan endemik Pulau Bangka," kata Swarlanda.
Ia berharap buku yang telah diterbitkan dapat didistribusikan lebih luas ke berbagai daerah di Indonesia. Tujuannya agar semakin banyak masyarakat yang mengenal kekayaan ikan endemik Pulau Bangka dan terdorong untuk ikut menjaga kelestariannya.
Buku Lanjutan: Mendokumentasikan Nama Lokal Ikan
Yayasan tidak berhenti pada satu buku. Saat ini, The Tanggokers tengah mempersiapkan buku lanjutan yang akan mengangkat berbagai nama lokal ikan yang digunakan masyarakat Bangka. Dokumentasi ini diharapkan memperkaya literatur soal biodiversitas daerah sekaligus melestarikan pengetahuan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
Swarlanda menambahkan, sinergi dengan PT Timah diharapkan terus berlanjut. "Alhamdulillah kami sangat bersyukur PT Timah bersedia bekerja sama dan mendukung Yayasan dan diharapkan kolaborasi dan sinergi yang telah terjalin ini dapat terus berlanjut sehingga upaya pelestarian ikan endemik di Bangka Belitung semakin berkembang," ujarnya.