BANGKA SELATAN — Kemenangan Sri Hartati pada Pilkades Serentak Kabupaten Bangka Selatan 2026 mencatatkan sejarah baru bagi Desa Bangka Kota. Dari total 2.228 warga yang menggunakan hak pilihnya, perempuan lulusan FISIPOL UGM ini memperoleh 1.013 suara, unggul jauh dari calon nomor urut 2, Engga, yang hanya meraih 524 suara (24,1 persen). Dua calon lainnya, Syafe’i dan Ari Sanjaya, masing-masing memperoleh 352 suara (16,2 persen) dan 286 suara (13,1 persen). Terdapat 53 suara tidak sah dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 2.887 orang.
Dari Dosen IAIN hingga Panggilan Hati untuk Kampung Halaman
Sebelum maju sebagai calon kepala desa, Sri Hartati dikenal luas sebagai dosen di IAIN Bangka Belitung, Universitas Bangka Belitung, dan Universitas Sriwijaya Palembang. Ia juga pernah menjadi tenaga pendidik di SMA Negeri 1 Simpang Rimba. Namun, pengabdiannya tidak berhenti di ruang kuliah. Ia aktif mendidik anak-anak desa melalui kegiatan pendidikan informal dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), serta memiliki pengalaman sebagai penyelenggara demokrasi di Panwaslu Kecamatan Simpang Rimba.
Bagi Sri, keputusan kembali ke kampung halaman bukan sekadar ambisi politik. “InsyaAllah selalu ada jalan kemudahan dari Allah SWT, oleh karena itu saya berkomitmen kuat untuk mendedikasikan pengabdian saya untuk masyarakat Bangka Kota,” ujarnya kepada awak media usai rekapitulasi suara.
Visi Desa Mandiri di Tengah Tantangan Fiskal Daerah
Memimpin periode 2026–2034, Sri Hartati membawa visi menjadikan Desa Bangka Kota sebagai desa yang mandiri, sejahtera, dan berkeadilan. Ia menyadari kondisi ekonomi nasional yang belum pulih dan keterbatasan fiskal pemerintah menjadi tantangan nyata. Namun, ia optimistis pengalaman akademik dan jejaring luasnya mampu mengubah setiap tantangan menjadi peluang melalui kerja kolektif dan tata kelola pemerintahan yang profesional.
Di hadapan masyarakat usai penetapan hasil penghitungan, ia menegaskan kemenangan ini bukan milik pribadi atau kelompok tertentu, melainkan seluruh warga Desa Bangka Kota. “Mari kita tinggalkan seluruh perbedaan yang muncul selama Pilkades, lalu bersama-sama membangun Desa Bangka Kota menjadi desa yang lebih maju, lebih berdaya, lebih adil, dan menjadi rumah yang membanggakan bagi setiap warganya,” ujar Sri.
Prioritas Pembangunan: Infrastruktur, BUMDes, dan Ekonomi Warga
Dalam pidato kemenangannya, Sri berkomitmen melanjutkan capaian pembangunan yang telah dirintis kepala desa terdahulu dan Penjabat Kepala Desa. Beberapa sektor yang menjadi prioritas antara lain infrastruktur desa, peningkatan kualitas pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi masyarakat, penguatan BUMDes, serta pengembangan sektor pertanian dan perikanan. Ia menekankan bahwa pembangunan ke depan harus benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat, bukan sekadar proyek simbolis.