MENTOK — Kenaikan biaya pemeliharaan rumah menjadi penyebab utama inflasi kelompok perumahan di Bangka Barat pada Juni lalu. BPS melaporkan subkelompok pemeliharaan, perbaikan, dan keamanan rumah tangga naik signifikan menjadi 2,54 persen dari sebelumnya hanya 0,31 persen pada Mei 2026.
Secara bulanan, inflasi kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga di Bangka Barat tercatat 0,36 persen. Angka ini menempatkannya di urutan kelima dari tujuh kelompok pengeluaran yang diukur BPS di kabupaten tersebut.
IHK Perumahan Bangka Barat Tembus 107,26
Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga di Bangka Barat mencapai 107,26 pada Juni 2026. Angka ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 104,6.
Jika dibandingkan dengan Juni tahun lalu, inflasi tahunan (year on year/yoy) kelompok ini mencapai 3,73 persen. Sementara itu, sejak awal tahun hingga Juni 2026 (year to date/ytd), pengeluaran perumahan warga Bangka Barat telah tumbuh 3,56 persen.
Bagaimana Posisi Bangka Barat Secara Nasional?
Dari 133 kabupaten/kota yang disurvei BPS, inflasi perumahan tertinggi terjadi di Indonesia sebesar 0,63 persen dengan IHK 107,56. Sementara yang terendah terjadi di Kabupaten Pandeglang dengan inflasi 1,86 persen dan IHK 104,91. Kabupaten Bangka Barat menempati urutan ke-10 secara nasional untuk inflasi kelompok ini.
Untuk subkelompok pemeliharaan, perbaikan, dan keamanan, inflasi tertinggi secara nasional terjadi di Kota Metro sebesar 5,9 persen. Sebaliknya, Kota Lhokseumawe mencatat deflasi minus 0,66 persen.
Inflasi Nasional Juni 2026
Secara nasional, inflasi umum pada Juni 2026 tercatat 0,44 persen secara bulanan (month to month/mtm), naik dari bulan sebelumnya. Secara tahun kalender (year to date/ytd), inflasi nasional mencapai 1,95 persen, sementara secara tahunan (year on year/yoy) tercatat 3,34 persen.
Sumber data: Badan Pusat Statistik (BPS), periode Juni 2026.