Pencarian

Harga BBM di Bulgaria Melonjak 26,1 Persen, Tertinggi di Eropa Akibat Konflik Iran-AS

Jumat, 24 Juli 2026 • 09:29:01 WIB
Harga BBM di Bulgaria Melonjak 26,1 Persen, Tertinggi di Eropa Akibat Konflik Iran-AS
Harga BBM di Bulgaria tercatat melonjak 26,1 persen, menjadikannya yang tertinggi di Eropa akibat konflik Iran-AS.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Badan statistik resmi Uni Eropa, Eurostat, merilis data yang menunjukkan tekanan harga bahan bakar paling ekstrem di kawasan Balkan. Bulgaria memimpin daftar negara dengan inflasi BBM tertinggi, disusul sederet negara Eropa Timur dan Skandinavia yang juga mencatat kenaikan dua digit.

Bensin, Solar, dan Gas Ikut Terdampak

Kenaikan harga di Bulgaria, Finlandia, dan Lithuania tidak terbatas pada satu jenis bahan bakar. Eurostat mencatat bensin, solar, dan gas untuk kendaraan semuanya mengalami peningkatan harga yang signifikan secara year-on-year.

Berikut daftar negara dengan kenaikan harga BBM tertinggi di Eropa pada Juni 2026:

  • Bulgaria: 26,1 persen
  • Finlandia: 23,9 persen
  • Lithuania: 23,8 persen
  • Rumania: 23,6 persen
  • Luksemburg: 22,3 persen
  • Yunani: 21,9 persen
  • Prancis: 20,1 persen
  • Siprus: 20,0 persen
  • Belgia: 20,3 persen
  • Makedonia Utara: 19,7 persen

Konflik Iran-AS Jadi Pemicu Utama Lonjakan Minyak Mentah

Tekanan inflasi BBM di Eropa tidak bisa dilepaskan dari situasi geopolitik global. Analisis RIA Novosti menyebutkan eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat yang berlangsung sejak Februari 2026 menjadi katalis utama kenaikan harga minyak mentah dunia.

Pada perdagangan Rabu (22/7), harga minyak mentah Brent menembus angka 94,09 dolar AS per barel, melonjak lebih dari 3 persen dalam sehari. Harga minyak mentah yang terus memanas ini langsung berdampak pada harga jual bahan bakar di negara-negara pengimpor minyak di Eropa.

Dampak Inflasi BBM Mulai Terasa di Indonesia

Meski data Eurostat ini mencerminkan kondisi di Eropa, gejolak harga minyak global tetap relevan bagi pasar Indonesia. Pemerintah melalui Pertamina terus menyesuaikan harga BBM non-subsidi mengikuti pergerakan minyak dunia. Sebelumnya, harga Pertamax diperkirakan akan turun pada Juli 2026 merespons penurunan harga minyak, namun konflik terbaru membuat prospek tersebut kembali tidak menentu.

Di sisi lain, masyarakat Indonesia sudah mulai merasakan dampak kenaikan harga BBM non-subsidi. Pemberitaan sebelumnya mencatat warga di Tangerang berbondong-bondong beralih ke Pertalite sebagai respons atas mahalnya harga BBM jenis lain. Situasi ini menunjukkan betapa sensitifnya pasar bahan bakar Indonesia terhadap fluktuasi harga minyak global, meskipun tidak separah yang dialami Bulgaria dan negara Eropa lainnya.

Bagikan
Sumber: koran-jakarta.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks