Pencarian

30 Anak di Desa Air Gantang Ikuti Khitanan Massal Tahun Ini, PT Timah Dukung Tradisi Tahunan Sejak 2017

Sabtu, 25 Juli 2026 • 11:27:31 WIB
30 Anak di Desa Air Gantang Ikuti Khitanan Massal Tahun Ini, PT Timah Dukung Tradisi Tahunan Sejak 2017

BANGKA BARAT — Khitanan massal yang digelar di Desa Air Gantang, Kecamatan Simpang Teritip, kembali menjadi agenda rutin tahunan. Tahun ini, 30 anak dari PAUD hingga kelas 4 SD menjalani proses khitan dengan tenaga medis dari Puskesmas Desa Puput. Kegiatan ini didukung penuh oleh PT Timah melalui program TJSL perusahaan pelat merah itu.

Tradisi Delapan Tahun: Meringankan Beban Orang Tua

Kegiatan ini pertama kali digelar pada 2017 dan setiap tahun mendapat sambutan positif dari warga. Sekretaris Desa Air Gantang, Eka Wulandari, mengatakan khitanan massal tidak hanya memberikan layanan kesehatan bagi anak-anak, tetapi juga membantu meringankan beban keluarga.

“Ini sudah menjadi agenda rutin sejak 2017. Masyarakat sangat antusias karena bisa mengurangi biaya yang harus dikeluarkan orang tua,” ujar Eka saat ditemui di lokasi kegiatan.

Dukungan PT Timah: Bentuk Nyata TJSL di Pedesaan

PT Timah melalui bidang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) memberikan bantuan operasional untuk kelancaran khitanan massal. Bantuan ini merupakan langkah nyata perusahaan dalam mendukung kegiatan sosial masyarakat di daerah sekitar wilayah operasionalnya.

Selain khitanan, PT Timah juga kerap mendukung program kesehatan dan pendidikan di Bangka Barat. Kegiatan semacam ini menjadi salah satu cara perusahaan membangun kedekatan dengan komunitas desa.

Puskesmas Desa Puput: Tenaga Medis Lengkap untuk 30 Anak

Pelaksanaan khitanan massal tahun ini melibatkan tenaga medis dari Puskesmas Desa Puput. Para anak yang mengikuti kegiatan berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai PAUD hingga kelas 4 SD. Proses khitan berlangsung di balai desa dengan protokol kesehatan standar.

Eka menambahkan bahwa kegiatan ini direncanakan terus berlanjut setiap tahun. “Kami berharap dukungan PT Timah dan pemerintah desa tetap ada agar tradisi ini bisa terus membantu masyarakat,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: ayobangka.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks