KOBA — Pelantikan pengurus IDI Cabang Bangka Tengah periode 2026–2029 berlangsung di Ruang Rapat Besar Kantor Bupati Bangka Tengah, Minggu (26/7/2026) pagi. Acara ini dihadiri Sekretaris Daerah Ahmad Syarifullah Nizam, Ketua IDI Wilayah Kepulauan Bangka Belitung dr. Arinal Pahlevi, Sp.DVE, Kepala Dinkes Zaitun, serta pimpinan rumah sakit dan organisasi profesi kesehatan.
Dokter sebagai Mitra Strategis, Bukan Sekadar Tenaga Klinis
Bupati Algafry Rahman menyebut momentum pelantikan ini sebagai ajang memperkuat komitmen bersama menjawab tantangan pembangunan kesehatan di Bumi Selawang Segantang. Ia secara terbuka meminta IDI berdiskusi dan merumuskan kebijakan publik bersama pemerintah daerah.
“Dokter bukan hanya jadi garda terdepan dalam menyembuhkan orang sakit, melainkan mitra strategis pemerintah dalam membangun peradaban manusia yang sehat, cerdas, dan produktif,” ujar Algafry.
Ia menyoroti perlunya sinergi lintas sektor—dari perekonomian, pendidikan, penanggulangan bencana, hingga transformasi digital—demi layanan kesehatan yang transparan dan merata hingga ke pelosok desa.
Kekurangan Dokter Spesialis, Pemkab Buka Rekrutmen Agustus 2026
Algafry mengakui Bangka Tengah masih kekurangan tenaga medis, terutama dokter spesialis. Saat ini, Pemkab mengandalkan dokter internship untuk menutup celah tersebut.
“Untuk mengatasi hal tersebut, selain dibantu oleh tenaga dokter internship, Pemkab Bangka Tengah juga berencana membuka rekrutmen tenaga dokter baru pada bulan Agustus mendatang,” pungkas Algafry.
IDI Bentuk Kelompok Kerja, Fokus pada Perlindungan Hukum Anggota
Ketua IDI Cabang Bangka Tengah terpilih, dr. Zulkandi, M.K.M., menyatakan akan segera membentuk kelompok kerja. Langkah ini, kata dia, agar manfaat organisasi bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat dan sinergi dengan Pemkab semakin erat.
Zulkandi menegaskan IDI adalah ‘rumah besar’ bagi seluruh dokter. Organisasi akan memberikan fokus utama pada perlindungan dan pembelaan hukum bagi para anggotanya.
Pesan Ketua IDI Babel: Berpijak pada Kompetensi dan Etika
Ketua IDI Wilayah Kepulauan Bangka Belitung, dr. Arinal Pahlevi, Sp.DVE, mengapresiasi pelantikan yang berlangsung demokratis. Ia berpesan agar para dokter senantiasa berpijak pada dua kaki utama.
“Pertama adalah Kaki Kompetensi yang berasal dari sumpah dokter, sertifikat kompetensi (Serkom), STR, hingga izin praktik (SIP) yang dikeluarkan oleh kepala daerah, dan kedua adalah Kaki Etika, yakni menjunjung tinggi etika profesi terhadap sejawat, guru, pasien, dan lingkungan kerja,” jelas Arinal.
Ia juga mengingatkan pentingnya soliditas internal IDI serta peran dokter sebagai agen perubahan dan agen pembangunan di bidang kesehatan. Usai pelantikan, panitia menyerahkan santunan dan peralatan sekolah kepada tujuh anak yatim di Kecamatan Koba.