Pencarian

Kolaborasi Lintas Elemen Tanam Ratusan Bibit Mangrove di Bangka Tengah untuk Lawan Abrasi dan Perubahan Iklim

Minggu, 26 Juli 2026 • 05:51:31 WIB
Kolaborasi Lintas Elemen Tanam Ratusan Bibit Mangrove di Bangka Tengah untuk Lawan Abrasi dan Perubahan Iklim
Ratusan bibit mangrove ditanam oleh komunitas pecinta alam, mahasiswa, pelajar, dan warga di Pantai Desa Baskara Bakti, Bangka Tengah, Minggu (26/7/2026).

BANGKA TENGAH — Ancaman abrasi dan perubahan iklim di pesisir Kepulauan Bangka Belitung mendorong aksi nyata. Peringatan Hari Mangrove Sedunia di Pantai Desa Baskara Bakti, Bangka Tengah, pada Minggu (26/7/2026) menjadi titik temu kolaborasi. Ratusan bibit mangrove ditanam bahu-membahu oleh komunitas pecinta alam, mahasiswa, pelajar, dan warga setempat.

Anggota DPD RI asal Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dr. Bahar Buasan, S.T., M.S.M., M.Sc., turun langsung ke pesisir. Bersama peserta, ia menyusuri kawasan pantai dengan sepatu bot untuk menanam bibit di titik-titik yang telah disiapkan. Suasana gotong royong mencerminkan kepedulian yang tak hanya menjadi tugas pemerintah.

Mangrove, Benteng Alami yang Serap Karbon

Dalam sambutannya, Bahar Buasan menegaskan pentingnya hutan mangrove sebagai benteng alami pesisir. "Hari Mangrove Sedunia harus menjadi momentum untuk membangun kesadaran bersama bahwa menjaga alam tidak cukup hanya dengan berbicara, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata. Setiap bibit mangrove yang kita tanam hari ini adalah investasi bagi masa depan lingkungan," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa mangrove tidak hanya melindungi garis pantai dari abrasi dan gelombang pasang. Mangrove juga menjadi habitat biota laut serta berkontribusi besar dalam menyerap emisi karbon. Solusi alami berbasis ekosistem ini vital di tengah krisis iklim.

Taman Edukasi Mangrove: Ruang Belajar Terbuka untuk Masyarakat

Johan Ridwan Hasan, penggagas Taman Edukasi Mangrove, menjelaskan kawasan konservasi ini dirancang sebagai ruang belajar terbuka. "Edukasi merupakan langkah awal untuk membangun kepedulian, karena masyarakat yang memahami manfaat mangrove akan terdorong untuk ikut menjaga dan melestarikannya," katanya.

Taman Edukasi Mangrove diharapkan menjadi pusat pembelajaran fungsi ekologis mangrove bagi pelajar dan warga sekitar. Dengan pemahaman yang tepat, upaya konservasi bisa berkelanjutan tanpa menunggu instruksi dari atas.

Media sebagai Katalisator Gerakan Lingkungan

Kehadiran Kepala Stasiun TVRI Bangka Belitung, Emirizon, S.A.P., M.Si., memperkuat sinyal peran strategis media. Melalui pemberitaan konstruktif, gerakan pelestarian lingkungan bisa menjangkau lebih banyak pihak. "Dari bibit-bibit mangrove yang ditanam hari ini, tumbuh harapan akan pesisir yang lebih hijau, lebih tangguh, dan tetap lestari bagi generasi masa depan," demikian kesan dalam rilis kegiatan.

Peringatan tahun ini membuktikan bahwa kolaborasi antara pemerintah, komunitas, akademisi, dan media menciptakan aksi nyata yang lebih terukur. Setiap batang mangrove yang tertanam bukan sekadar seremoni, melainkan investasi ekologis jangka panjang di tengah tekanan perubahan iklim.

Bagikan
Sumber: reportase7.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks