Pencarian

Perampok Emas 30 Gram di Bangka Selatan Ditangkap di Belitung saat Menjemur Ikan Asin, Sempat Jual Hasil Rampokan untuk Kabur

Minggu, 26 Juli 2026 • 06:27:01 WIB
Perampok Emas 30 Gram di Bangka Selatan Ditangkap di Belitung saat Menjemur Ikan Asin, Sempat Jual Hasil Rampokan untuk Kabur
Pelaku perampokan emas 30 gram di Bangka Selatan ditangkap di Belitung saat menjemur ikan asin tanpa perlawanan.

BELITUNG — Seorang pria yang diduga melakukan perampokan emas di Bangka Selatan berhasil diringkus di Desa Tanjung Binga, Belitung. Pelaku tidak memberikan perlawanan saat petugas mendatanginya. Saat itu ia tengah menjemur ikan asin, aktivitas yang seolah-olah wajar untuk menutupi pelariannya.

Ditangkap Tanpa Perlawanan saat Aktivitas Sehari-hari

Penangkapan berlangsung cepat setelah petugas melacak keberadaan pelaku. Ia langsung digiring tanpa kesempatan melawan. Informasi dari kepolisian menyebutkan bahwa pelaku sudah masuk dalam daftar pencarian setelah kasus perampokan di Desa Penutuk, Bangka Selatan, terungkap.

Modus Perampokan: Ancam Korban dengan Senjata Api

Saat beraksi di lokasi kejadian, pelaku diduga mengancam korban menggunakan senjata api. Ancaman itu membuat korban tidak berani melawan. Pelaku kemudian merampas kalung emas milik korban yang memiliki berat sekitar 30 gram.

Hasil Rampokan Dijual untuk Biaya Kabur ke Kalimantan

Usai merampok, pelaku tidak langsung melarikan diri. Ia sempat menjual emas hasil kejahatan tersebut untuk mendapatkan uang tunai. Uang itu digunakan sebagai bekal pelarian dan rencana kabur ke Pulau Kalimantan. Namun, niat itu gagal sebelum sempat terlaksana.

Hingga berita ini diturunkan, pelaku masih menjalani pemeriksaan di Mapolres setempat. Barang bukti berupa kalung emas dan senjata api telah diamankan. Polisi terus mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan atau pelaku lain.

Bagikan
Sumber: kompas.tv

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks