PANGKALPINANG — Presiden Prabowo Subianto secara spesifik menyoroti bahaya atap seng yang mudah berkarat dan material asbes yang partikelnya bisa terhirup. Menurut Presiden, paparan karat dan serat asbes dalam jangka panjang bisa memicu penyakit paru-paru serius, termasuk kanker, bahkan pada mereka yang bukan perokok.
"Seng ini cepat berkarat. Karat ini tidak baik untuk kesehatan. Begitu banyak nanti penyakit paru-paru tanpa kita sadari. Orang-orang muda sudah kena kanker paru-paru. Padahal dia tidak merokok. Dari mana? Ya, dari karat. Dari asbes, dari macam-macam. Kimiawi," kata Presiden dalam pernyataan resmi yang dikutip dari siaran Sekretariat Presiden di Jakarta, Kamis.
Genteng Bukan Teknologi Baru, Warisan Leluhur yang Terbukti
Presiden menegaskan bahwa penggunaan genteng tanah liat bukanlah inovasi asing bagi masyarakat Indonesia. Sejak dulu, nenek moyang sudah mampu memproduksi dan menggunakan genteng sebagai penutup atap.
"Rakyat kita dari dulu bisa bikin genteng kok. Genteng bukan teknologi baru. Rakyat kita dari dulu pakai genteng," ujar Prabowo.
Selain lebih aman bagi kesehatan, Presiden juga menekankan aspek estetika. Ia menilai material tradisional seperti ijuk dan rumbai mampu mempertahankan keindahan arsitektur khas Nusantara yang mulai ditinggalkan.
"Estetika, keindahan, harus kita pertahankan. Aslinya bangsa Indonesia tidak pakai seng. Kalau perlu kita kembali pakai ijuk, kembali pakai rumbai," tambahnya.
Gerakan Nasional Gentengisasi Sudah Dicanangkan
Sebelumnya, Presiden Prabowo telah mencanangkan gerakan nasional bertajuk "Gentengisasi". Program ini menargetkan penggantian atap seng dan asbes di rumah-rumah warga dengan genteng tanah liat tradisional yang dinilai lebih sejuk, aman, dan ramah kesehatan.
Pada kesempatan yang sama, Presiden juga mengajak seluruh gubernur, bupati, dan wali kota, termasuk di Bangka Belitung, untuk ikut serta menjaga kelestarian alam dan kebersihan lingkungan melalui pemilihan material bangunan yang lebih alami.
Hingga saat ini, belum ada instruksi teknis lebih lanjut dari pemerintah pusat mengenai implementasi program Gentengisasi di daerah. Namun, imbauan Presiden ini menjadi sinyal kuat bagi pemerintah daerah untuk mulai mensosialisasikan penggunaan material bangunan alternatif yang lebih sehat kepada warganya.