BANGKA — Kebiasaan makan di luar rumah atau membeli makanan siap saji di Kabupaten Bangka mulai ditekan warga. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pengeluaran per kapita untuk kategori makanan dan minuman jadi sepanjang 2024 tercatat Rp 208.618 per bulan, menyusut tipis 0,3 persen dari posisi 2023.
Penurunan ini memperpanjang tren fluktuatif yang terjadi sejak 2018. Puncak pengeluaran kategori ini justru terjadi pada 2022, ketika warga menghabiskan Rp 226.427 per kapita per bulan untuk membeli makanan siap santap.
Belanja Rokok Hampir Setara Makanan Jadi
Jika dibandingkan dengan pos belanja lain, porsi pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi hanya menyumbang 11,4 persen dari total pengeluaran per kapita bulanan warga Kabupaten Bangka yang mencapai Rp 1.825.982. Angka ini kalah besar dibandingkan pengeluaran untuk rokok dan tembakau yang mencapai Rp 175.736 per kapita per bulan.
Bahkan, pos belanja sabun mandi tercatat Rp 71.022 per kapita per bulan. Artinya, hampir seperempat dari nilai belanja makanan jadi, warga Bangka keluarkan untuk membeli rokok.
Pola Naik-Turun Pengeluaran Sejak 2018
Sepanjang tujuh tahun terakhir, pergerakan pengeluaran makanan dan minuman jadi di Kabupaten Bangka tidak pernah stabil. Setelah melonjak 22,7 persen pada 2019, pertumbuhan hanya 1,2 persen pada 2020, lalu ambles 11,1 persen pada 2021.
Tahun 2022 menjadi momentum kebangkitan dengan pertumbuhan 13,3 persen, namun kembali terkoreksi 7,6 persen pada 2023 dan berlanjut turun tipis pada 2024. Pola ini mengindikasikan daya beli warga terhadap makanan siap saji sangat sensitif terhadap kondisi ekonomi tahunan.
Peringkat Ketujuh Se-Provinsi, Kalah Jauh dari Pangkal Pinang
Di tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pengeluaran makanan dan minuman jadi warga Kabupaten Bangka menempati urutan ketujuh dari seluruh kabupaten dan kota. Posisi ini jauh tertinggal dari Kota Pangkal Pinang yang memimpin dengan nilai Rp 299.603 per kapita per bulan.
Berikutnya ada Kabupaten Belitung dengan Rp 285.870, Kabupaten Bangka Barat Rp 243.539, Kabupaten Belitung Timur Rp 230.616, dan Kabupaten Bangka Selatan Rp 217.072. Posisi Kabupaten Bangka hanya unggul dari Kabupaten Bangka Tengah yang berada di bawahnya.
Kota Pangkal Pinang Konsisten di Puncak Belanja Rumah Tangga
Kota Pangkal Pinang tidak hanya unggul untuk kategori makanan jadi, tetapi juga konsisten memimpin total pengeluaran rumah tangga se-provinsi. Pada 2024, total pengeluaran per kapita bulanan wilayah ini mencapai Rp 2.501.340, dengan belanja makanan Rp 1.116.275 dan non-makanan Rp 1.385.065.
Pertumbuhan pengeluaran makanan dan minuman jadi di ibu kota provinsi ini juga tercatat 10,7 persen pada 2024, menjadikannya pertumbuhan tertinggi kedua setelah Kabupaten Bangka Barat yang melesat 24,1 persen.
Bangka Barat dan Belitung Timur Catat Pertumbuhan Berbeda
Kabupaten Bangka Barat menjadi wilayah dengan pertumbuhan pengeluaran makanan jadi tertinggi se-provinsi pada 2024, yakni 24,1 persen. Lonjakan ini membawa nilai belanja kategori tersebut menjadi Rp 243.539 per kapita per bulan dan menempatkan wilayah ini di peringkat ketiga se-provinsi.
Sementara itu, Kabupaten Belitung Timur justru mengalami penurunan 9,5 persen pada periode yang sama. Meski terkoreksi, wilayah ini tetap bertahan di peringkat keempat se-provinsi dengan nilai Rp 230.616 per kapita per bulan, dan menjadi daerah dengan total pengeluaran per kapita tertinggi kedua setelah Kota Pangkal Pinang.