PANGKALPINANG — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat seluruh subsektor pertanian utama mengalami pertumbuhan positif sepanjang Juli 2026. Subsektor hortikultura menjadi pendorong terbesar dengan kenaikan indeks mencapai 3,65 persen, disusul peternakan yang tumbuh 1,98 persen dan perikanan yang naik 1,65 persen.
Kenaikan ini berkontribusi langsung terhadap apresiasi NTP yang menjadi indikator utama kesejahteraan petani. Semakin tinggi NTP, semakin besar pula daya beli petani untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya produksi.
Harga Komoditas Naik Lebih Cepat dari Biaya Produksi
Kepala BPS Kepulauan Babel Sugeng Arianto menjelaskan, kenaikan NTP terjadi karena Indeks Harga yang Diterima petani (It) tumbuh 1,09 persen. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan Indeks Harga yang Dibayar petani (Ib) yang hanya naik tipis 0,13 persen.
"Peningkatan NTP pada Juli tahun ini, karena naiknya It 1,09 persen sementara Ib naik lebih rendah 0,13 persen," ujarnya di Pangkalpinang, Senin.
Artinya, kenaikan harga jual hasil panen masih lebih cepat dibandingkan kenaikan harga kebutuhan pokok dan sarana produksi pertanian seperti pupuk atau bibit. Kondisi ini membuat surplus pendapatan petani semakin besar.
Indeks Harga Diterima: Hortikultura Tumbuh 3,77 Persen
Secara rinci, It pada Juli 2026 naik dari 206,06 menjadi 208,30. Subsektor hortikultura kembali memimpin dengan pertumbuhan 3,77 persen, disusul perikanan 1,85 persen, peternakan 1,75 persen, tanaman perkebunan rakyat 0,90 persen, dan tanaman pangan 0,26 persen.
Lima subsektor yang dipantau BPS ini mencakup komoditas utama yang dihasilkan petani di enam kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Babel.
Biaya Produksi Hampir Stagnan, Daya Beli Petani Terjaga
Sementara itu, Ib yang mencerminkan fluktuasi harga barang konsumsi dan biaya produksi hanya naik dari 127,09 menjadi 127,25. Kenaikan terkecil terjadi pada subsektor tanaman pangan yang hanya tumbuh 0,004 persen.
Adapun kenaikan Ib tertinggi terjadi pada subsektor perikanan sebesar 0,20 persen, diikuti tanaman perkebunan rakyat 0,14 persen, dan hortikultura 0,12 persen. Relatif stabilnya indeks ini menjadi faktor kunci mengapa NTP mampu menguat signifikan.
BPS memantau langsung harga-harga di perdesaan di seluruh kabupaten di Kepulauan Babel untuk menyusun data ini. Fluktuasi harga yang terjadi di tingkat petani menjadi bahan utama perhitungan NTP setiap bulannya.