PANGKALPINANG — Deretan stan UMKM di Food and Fun Erpeka Festival 2026 menjadi saksi kedatangan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani. Di hari keempat penyelenggaraan, ia menyusuri tenant kuliner dan kerajinan yang memenuhi kawasan Wilhelmina Park, Alun-alun Taman Merdeka Pangkalpinang.
Kehadirannya bukan sekadar seremonial. Noni terlihat membeli langsung aneka makanan dan produk kerajinan yang ditawarkan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Aksi borong ini menjadi bukti nyata dukungan terhadap produk lokal Babel.
Dukungan Nyata untuk Pelaku Usaha Lokal
Langkah Noni membelanjakan uangnya di stan UMKM dinilai sebagai bentuk afirmasi yang lebih bermakna dibanding sekadar pidato dukungan. Dengan membeli, ia memastikan perputaran uang langsung dirasakan oleh para pengrajin dan pelaku kuliner setempat.
“Iya, tadi membeli beberapa produk UMKM. Alhamdulillah ini hari keempat, acaranya ramai,” ujar Noni di sela kunjungannya, Sabtu (8/8/2026).
Ragam Produk Lokal Siap Bersaing
Dari pantauan di lokasi, festival ini menyajikan pilihan yang lengkap bagi pengunjung. Mulai dari makanan siap santap, aksesori buatan tangan, hingga busana dengan sentuhan khas Babel. Noni menyebut keberagaman ini menjadi daya tarik utama yang membuat warga terus berdatangan.
“Ada banyak stand kuliner dan produk kerajinan. Ada makanan, aksesori, baju, semua lengkap,” kata Noni Hidayat.
Perekonomian Warga Menggeliat di Tengah Festival
Keramaian yang terjadi hingga hari keempat menunjukkan antusiasme masyarakat Pangkalpinang terhadap gelaran ini tidak surut. Padahal, biasanya animo pengunjung cenderung menurun setelah momen pembukaan berlalu.
Kondisi ini menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi kreatif di Kepulauan Bangka Belitung. Gelaran seperti Erpeka Festival terbukti mampu menjadi lokomotif penggerak transaksi harian para pedagang kecil.
Dukungan dari tokoh publik seperti Noni Hidayat diharapkan mampu menarik lebih banyak warga untuk ikut meramaikan festival hingga hari terakhir. Dengan begitu, omzet para pelaku UMKM yang bertahan selama empat hari terakhir dapat terus meningkat.