Pencarian

Karantina Babel Terapkan Pengawasan Digital Berbasis Data, CCTV hingga Aplikasi Best Trust Awasi Layanan

Jumat, 28 Agustus 2026 • 14:45:02 WIB
Karantina Babel Terapkan Pengawasan Digital Berbasis Data, CCTV hingga Aplikasi Best Trust Awasi Layanan
Karantina Babel mengintegrasikan SSMQC, aplikasi Best Trust, dan CCTV untuk pengawasan layanan berbasis data.

PANGKALPINANG — Pengawasan lalu lintas komoditas pertanian di Kepulauan Bangka Belitung tidak lagi mengandalkan pendekatan konvensional. Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina) Babel mengintegrasikan sejumlah sistem digital agar setiap proses berjalan transparan dan akuntabel.

Kepala Karantina Babel, Herwintarti, menegaskan bahwa pergeseran pola ini merupakan langkah strategis untuk memastikan tidak ada lagi proses yang berjalan di luar sistem. "Tidak ada lagi proses yang berjalan 'di luar sistem'," katanya di Pangkalpinang, Jumat.

Integrasi SSMQC dan Aplikasi Best Trust

Karantina Babel mengandalkan Single Submission Manajemen Quarantine Compliance (SSMQC) sebagai alat kontrol kepatuhan layanan. Sistem ini memastikan setiap permohonan, pemeriksaan, hingga tindakan karantina tercatat dan terverifikasi secara sistematis.

Selain itu, konsep less paper melalui aplikasi "Best Trust" turut memperkuat kontrol layanan secara real time. Kombinasi SSMQC, aplikasi Best Trust, dan dukungan kamera pengawas (CCTV) membangun pola pengawasan yang lebih modern dan terukur.

Dari Kepercayaan Menuju Pengawasan Berbasis Bukti

Herwintarti menjelaskan bahwa arah pengawasan ini menunjukkan perubahan fundamental, dari sekadar berbasis kepercayaan menuju pengawasan berbasis data dan bukti nyata. Setiap aktivitas kini meninggalkan jejak digital yang bisa ditelusuri kapan saja.

"Kita bukan sekadar mengikuti tren digital, tetapi memastikan bahwa setiap proses kerja bisa dipantau, dievaluasi, dan dipertanggungjawabkan secara terbuka," ujarnya.

Hal ini penting untuk menjaga akuntabilitas, terutama dalam pelayanan publik yang rentan terhadap praktik tidak sehat jika tidak diawasi dengan baik.

CCTV di Ruang Pelayanan Bukan Sekadar Formalitas

Pemasangan CCTV di ruang pelayanan menjadi salah satu penguatan pengawasan yang signifikan. Kamera tidak dipasang sebagai formalitas belaka, melainkan sebagai alat monitoring dan evaluasi bagi pimpinan.

Melalui kamera tersebut, pimpinan dapat melihat kondisi pelayanan secara langsung, mengevaluasi interaksi antara petugas dan pengguna jasa, serta memastikan tidak ada penyimpangan prosedur. "Penggunaan CCTV pada ruang pelayanan sebagai upaya untuk mendukung pelayanan yang terukur dan responsif. Juga memastikan pelayanan berjalan sesuai dengan SOP yang berlaku," kata Herwintarti.

Efisiensi dan Transparansi Lewat Dokumen Digital

Pendekatan ini tidak sekadar mengurangi penggunaan kertas, tetapi mengubah cara kerja menjadi lebih efisien dan terdokumentasi. Dokumen digital dinilai lebih mudah ditelusuri, lebih cepat diproses, dan mengurangi risiko kehilangan atau manipulasi data.

"Dampaknya bukan hanya efisiensi, tetapi juga transparansi," tegasnya. Dengan sistem ini, seluruh proses pelayanan karantina di Babel diharapkan dapat berjalan sesuai prosedur dan dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada publik.

Follow suarababel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: babel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks