PANGKALPINANG — Perum Bulog Cabang Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tengah menambah pasokan beras sebanyak 2.700 ton yang didatangkan dari Palembang, Sumatera Selatan. Kepala Perum Bulog Cabang Bangka, Dimas Wage Tantri, menyatakan pasokan tersebut masih dalam perjalanan dan dijadwalkan tiba dalam waktu dekat ini.
"Saat ini, penambahan 2.700 ton beras dari Palembang ini masih dalam perjalanan dan sampai dalam waktu dekat ini," kata Dimas Wage Tantri di Pangkalpinang, Jumat.
Stok Beras Saat Ini dan Penyaluran Bantuan Pangan
Dengan tambahan pasokan tersebut, Bulog Bangka memastikan ketersediaan beras untuk dua program utama, yakni Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta Bantuan Pangan bagi masyarakat penerima manfaat. Saat ini, stok beras di gudang Bulog Bangka tercatat sebanyak 1.700 ton dan dinilai masih cukup untuk memenuhi kebutuhan penyaluran.
"Saat ini, kita tengah gencar-gencarnya melakukan sosialisasi penyaluran bantuan pangan untuk alokasi Juli hingga September 2026 di Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Tengah dan Kota Pangkalpinang," ujarnya.
Serapan Gabah Petani Lokal Capai 980 Ton
Selain mendatangkan pasokan dari luar provinsi, Bulog Bangka juga aktif menyerap hasil panen petani setempat. Selama Agustus tahun ini, Bulog telah menyerap 980 ton gabah kering petani yang berasal dari Desa Rias, Kabupaten Bangka Selatan. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat stok beras medium di gudang Bulog.
"Selama Agustus tahun ini, kita sudah menyerap 980 ton gabah kering petani di Desa Rias Kabupaten Bangka Selatan untuk memperkuat stok beras di gudang bulog ini," katanya.
Penugasan Menjaga Stabilitas Harga Beras Medium
Penambahan stok ini merupakan tindak lanjut dari penugasan yang diberikan oleh Bappenas maupun Direktur Utama Bulog. Bulog Bangka diminta untuk selalu menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan, khususnya beras medium di tingkat konsumen.
"Kami sudah ditugaskan untuk menjaga stok dan harga beras medium di masyarakat. Oleh karena itu, Bulog akan terus menambah pasokan beras dari Palembang maupun menyerap gabah kering petani lokal untuk memperkuat stok beras medium ini," kata Dimas.