BANGKA BELITUNG - Tokoh pahlawan dari Bangka Belitung tidak hanya hadir dalam buku sejarah sebagai nama dan tanggal.
Di baliknya terdapat kisah perlawanan terhadap kolonialisme, perjuangan mempertahankan masyarakat, keberanian mengambil sikap, serta pengabdian setelah masa perang.
Tokoh pahlawan dari Bangka Belitung juga memperlihatkan bahwa sejarah daerah kepulauan ini tidak berdiri sendiri.
Bangka dan Belitung berada dalam jalur perdagangan penting, memiliki pertambangan timah, serta menjadi wilayah strategis yang berkali-kali berhadapan dengan kepentingan kolonial.
Sosok yang paling kuat dalam sejarah kepahlawanan Bangka Belitung adalah Depati Amir. Ia resmi ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 2018 dan menjadi pahlawan nasional pertama dari provinsi tersebut.
Selain Depati Amir, nama H.A.S. Hanandjoeddin juga penting dalam sejarah Belitung dan terus diperjuangkan pemerintah daerah sebagai calon Pahlawan Nasional. Ada pula figur-figur lokal lain yang menjadi bagian dari ingatan sejarah masyarakat.
Depati Amir, Pahlawan Nasional Pertama dari Bangka Belitung
Depati Amir merupakan nama yang tidak dapat dilepaskan dari sejarah perlawanan rakyat Bangka terhadap Belanda.
Presiden Joko Widodo menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 123/TK/Tahun 2018 tertanggal 6 November 2018. Pengukuhan dilakukan pada 8 November 2018.
Perjuangannya bermula jauh sebelum Indonesia berdiri sebagai negara. Pada abad ke-19, Bangka berada dalam kepentingan besar pemerintah kolonial karena sumber daya timah dan posisi strategisnya.
Mengapa Depati Amir melawan?
Salah satu titik penting terjadi ketika Amir menolak jabatan Depati yang hendak diberikan pemerintah Hindia Belanda pada sekitar 1830.
Sumber kebudayaan Kemendikbud menyebut bahwa Belanda kemudian berupaya mengurangi pengaruh Amir dengan menawarkan jabatan serta wilayah kekuasaan tertentu.
Penolakan tersebut tidak berdiri sebagai peristiwa administratif semata. Ia menjadi bagian dari ketegangan yang lebih besar antara kekuasaan kolonial dan struktur kepemimpinan lokal.
Sebelumnya, Amir dikenal memiliki pengaruh di masyarakat. Ia juga pernah bersama sekitar 30 pengikutnya menumpas perompak yang mengganggu keamanan perairan Bangka.
Karena pengaruhnya, masyarakat tetap menggunakan sebutan Depati Amir meskipun ia menolak jabatan yang ditawarkan kolonial.
Perlawanan Depati Amir Berlangsung Bertahun-Tahun
Perjuangan Depati Amir tidak berlangsung dalam satu pertempuran singkat. Arsip kolonial yang kini disimpan dan didigitalisasi memperlihatkan bagaimana pemerintah Hindia Belanda terus memantau pergerakannya.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kepulauan Bangka Belitung menyimpan sejumlah arsip dari Arsip Nasional Republik Indonesia mengenai operasi untuk menghadapi Depati Amir.
Salah satunya merupakan laporan 15 Agustus 1850 yang mencatat pergerakan dan kekuatan pasukan Depati Amir serta kesulitan tentara kolonial menghadapinya.
Apa yang dapat dipelajari dari arsip tersebut?
Perlawanan berlangsung dalam waktu panjang.
Pemerintah kolonial mengerahkan kekuatan militer untuk memburunya.
Pergerakan pejuang sangat bergantung pada kondisi geografis.
Dukungan masyarakat menjadi faktor penting.
Arsip kolonial dapat digunakan untuk merekonstruksi sejarah perjuangan.
Dokumen lain dari Desember 1850 bahkan mencatat pencarian terhadap jejak Depati Amir di sejumlah kawasan seperti Zed, Kemuja, Titi Medang, dan Titi Puak.
Arsip semacam ini memberikan gambaran bahwa perjuangan tersebut bukan legenda tanpa jejak. Ada dokumen administratif dan militer yang menunjukkan bagaimana seriusnya pemerintah kolonial menghadapi perlawanan di Bangka.
Penangkapan dan Pengasingan Depati Amir
Perlawanan akhirnya memasuki fase baru ketika Depati Amir berhasil ditangkap pada 7 Januari 1851.
Menurut dokumentasi Balai Pelestarian Nilai Budaya Kepulauan Riau, penangkapan tersebut terjadi setelah pengkhianatan dan pemberian hadiah sebesar 1.000 dollar Spanyol oleh Belanda.
Belanda kemudian memutuskan mengasingkan Depati Amir bersama adiknya, Hamzah atau Cing, ke Pulau Timor.
Namun pengasingan tidak berarti seluruh perjuangan berhenti.
Kehidupan setelah pengasingan
Depati Amir dan Hamzah tetap berpengaruh di lingkungan baru.
Keduanya disebut menjadi penasihat raja-raja Timor yang melawan Belanda.
Mereka turut berperan dalam penyebaran Islam di Pulau Timor.
Wafatnya Depati Amir tercatat pada 28 September 1869.
Ia dimakamkan di pemakaman muslim Batukadera, Kampung Air Mata, Kupang.
Bagian ini menarik karena memperlihatkan bahwa pengasingan kolonial justru menghasilkan jejak budaya baru.
Sumber Kemendikbud mencatat pengaruh budaya Melayu Bangka di Kupang, termasuk dalam upacara yang berkaitan dengan kelahiran, pernikahan, dan kematian.
Depati Bahrin dan Latar Keluarga Perjuangan
Kisah Depati Amir juga berkaitan dengan ayahnya, Depati Bahrin. Arsip pemerintah kolonial tahun 1833 mencatat nama Depati Bahrin dan Depati Amir dalam konteks struktur kekuasaan Bangka.
Arsip lain menyebut lokasi makam Depati Bahrin di Lubukbunter, yang sekarang berada di kawasan Desa Kimak.
Hubungan tersebut penting karena perjuangan Amir tidak muncul dari ruang kosong. Ada jaringan keluarga, kepemimpinan lokal, serta pengalaman menghadapi kekuasaan kolonial yang membentuk situasi politik Bangka.
Cara membaca sejarah Depati Bahrin
Depati Bahrin sebaiknya tidak ditempatkan hanya sebagai "ayah Depati Amir". Kehadirannya menunjukkan bahwa konflik antara pemimpin lokal dan pemerintahan kolonial telah berlangsung dalam konteks yang lebih panjang.
Arsip 19 Januari 1833 bahkan mencatat keputusan pemerintah kolonial mengenai posisi Depati Bahrin dan Depati Amir serta pembatasan ruang gerak keduanya.
Dokumen semacam ini membantu memahami bahwa hubungan antara elite lokal dan kolonial tidak selalu sederhana. Ada negosiasi, pembatasan, penolakan, dan konflik yang berlangsung bertahun-tahun.
H.A.S. Hanandjoeddin, Tokoh Perjuangan dari Belitung
Jika Depati Amir menjadi simbol perlawanan Bangka pada abad ke-19, H.A.S. Hanandjoeddin menjadi tokoh penting dalam sejarah Belitung pada periode perjuangan kemerdekaan.
Haji Ahmad Sanusi Hanandjoeddin lahir di Tanjung Tikar pada 5 Agustus 1910. Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyebutnya sebagai tokoh yang memiliki jejak perjuangan sejak masa kemerdekaan dan kemudian dikenal luas sebagai tokoh yang dicintai masyarakat Belitung.
Namanya bahkan terus diusulkan sebagai Pahlawan Nasional.
Mengapa Hanandjoeddin penting?
Memiliki jejak perjuangan dalam sejarah kemerdekaan.
Menjadi tokoh penting bagi masyarakat Belitung.
Pernah memimpin pemerintahan daerah.
Kisah hidupnya didokumentasikan dalam buku biografi.
Pemerintah daerah terus mendorong pengusulan gelar Pahlawan Nasional.
Pada 2022, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kembali mengusulkan H.A.S. Hanandjoeddin sebagai Pahlawan Nasional melalui surat gubernur tertanggal 31 Maret 2022.
Artinya, status pengusulan perlu dibedakan dengan status gelar. Depati Amir sudah memperoleh gelar Pahlawan Nasional, sedangkan Hanandjoeddin dalam sumber tersebut masih berada dalam proses pengusulan.
Tokoh Pahlawan dari Bangka Belitung dan Perjuangan yang Berbeda Zaman
Perbandingan Depati Amir dan H.A.S. Hanandjoeddin menunjukkan bahwa perjuangan di Bangka Belitung berlangsung dalam konteks yang berbeda.
Depati Amir berhadapan dengan kolonialisme Hindia Belanda pada abad ke-19. Hanandjoeddin hidup pada periode yang jauh lebih dekat dengan lahirnya Republik Indonesia.
Perbedaan konteks perjuangan
Depati Amir: perlawanan terhadap kekuasaan kolonial di Bangka.
H.A.S. Hanandjoeddin: berkaitan dengan perjuangan pada masa kemerdekaan dan pembangunan daerah Belitung.
Depati Amir: bergerak dalam struktur kepemimpinan tradisional.
Hanandjoeddin: bergerak dalam konteks perjuangan dan pemerintahan modern.
Keduanya: dikenang karena hubungan kuat dengan masyarakat daerah asal.
Perbedaan tersebut membuat sejarah kepahlawanan Bangka Belitung menjadi lebih kaya daripada sekadar daftar nama.
Jejak Sejarah Depati Amir yang Bisa Ditelusuri
Pangkalpinang menjadi salah satu titik penting karena nama Depati Amir digunakan untuk bandara utama provinsi. Pemerintah daerah juga menyimpan Bank Data arsip Depati Amir yang berasal dari ANRI.
Pilihan penelusuran sejarah
Mencari arsip digital Depati Amir di basis data pemerintah daerah.
Menelusuri kawasan yang disebut dalam arsip perjuangannya.
Mengunjungi museum atau ruang sejarah daerah.
Membaca kajian sejarah Bangka dari sejarawan lokal.
Menelusuri makam Depati Bahrin sebagai bagian dari sejarah keluarga.
Mengikuti seminar atau kegiatan peringatan Hari Pahlawan.
Pendekatan tersebut lebih informatif dibandingkan hanya membaca ringkasan biografi.
Mengapa Arsip Penting dalam Mengenal Pahlawan Daerah?
Sejarah pahlawan daerah sering hidup dalam cerita keluarga dan masyarakat. Namun, cerita lisan perlu dipertemukan dengan sumber tertulis agar kronologi dapat diperiksa.
Dalam kasus Depati Amir, tersedia banyak arsip kolonial yang telah didigitalisasi. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kepulauan Bangka Belitung mencatat puluhan arsip yang berkaitan dengan Depati Amir.
Salah satu arsip bahkan berupa surat Jenderal Infanteri Komandan Tentara kepada Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada Januari 1851 yang berkaitan dengan penangkapan dan pengiriman Depati Amir ke Batavia.
Manfaat membaca arsip
Dalam kasus Depati Amir, tersedia banyak arsip kolonial yang telah didigitalisasi. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kepulauan Bangka Belitung mencatat puluhan arsip yang berkaitan dengan Depati Amir.
Salah satu arsip bahkan berupa surat Jenderal Infanteri Komandan Tentara kepada Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada Januari 1851 yang berkaitan dengan penangkapan dan pengiriman Depati Amir ke Batavia.
Manfaat membaca arsip
Memeriksa tanggal dan lokasi peristiwa.
Mengetahui sudut pandang administrasi kolonial.
Membandingkan laporan militer dengan cerita lokal.
Menemukan nama tempat yang masih dapat dilacak.
Memahami strategi dan respons pemerintah kolonial.
Tentu saja, arsip kolonial juga memiliki sudut pandang dan bahasa politik zamannya. Karena itu, pembacaan sejarah idealnya membandingkan berbagai sumber.
Cara Mengenalkan Sejarah Pahlawan Babel kepada Generasi Muda
Pahlawan daerah akan terasa jauh jika hanya diperkenalkan melalui hafalan tahun dan nama. Sejarah perlu dikembalikan menjadi cerita manusia.
Pendekatan yang dapat digunakan
Membuat peta digital perjalanan perjuangan Depati Amir.
Mengubah arsip menjadi bahan pembelajaran sejarah lokal.
Mengadakan tur sejarah di Pangkalpinang dan kawasan terkait.
Membuat komik atau film dokumenter berbasis sumber sejarah.
Mengadakan lomba esai tentang perjuangan tokoh daerah.
Mengajak sekolah mengunjungi museum dan situs sejarah.
Membuat konten media sosial yang menyertakan sumber primer.
Menghadirkan sejarawan lokal dalam diskusi publik.
Pendekatan tersebut tidak hanya memperkenalkan nama tokoh, tetapi juga mengajarkan cara membaca sejarah secara kritis.
Kepahlawanan Tidak Berhenti pada Gelar
Gelar Pahlawan Nasional merupakan pengakuan penting, tetapi ingatan masyarakat tidak seharusnya berhenti pada upacara pemberian gelar.
Depati Amir telah mendapatkan pengakuan negara pada 2018. Namanya kemudian digunakan untuk sejumlah fasilitas publik, termasuk bandara utama Kepulauan Bangka Belitung.
Di sisi lain, perjuangan pengusulan H.A.S. Hanandjoeddin menunjukkan bahwa masyarakat dan pemerintah daerah terus mencari cara untuk memastikan sejarah lokal mendapat tempat dalam narasi nasional.
Keduanya memperlihatkan dua sisi penting: negara memberikan pengakuan, sementara masyarakat menjaga ingatan.
FAQ
Siapa pahlawan nasional pertama dari Bangka Belitung?
Depati Amir merupakan Pahlawan Nasional pertama dari Bangka Belitung. Ia ditetapkan melalui Keppres Nomor 123/TK/Tahun 2018.
Kapan Depati Amir ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional?
Keputusan penetapan bertanggal 6 November 2018, sedangkan pengukuhannya berlangsung pada 8 November 2018.
Siapa H.A.S. Hanandjoeddin?
H.A.S. Hanandjoeddin atau Haji Ahmad Sanusi Hanandjoeddin merupakan tokoh perjuangan dan pemerintahan yang berasal dari Belitung. Ia lahir di Tanjung Tikar pada 5 Agustus 1910.
Apakah H.A.S. Hanandjoeddin sudah menjadi Pahlawan Nasional?
Sumber pemerintah daerah yang tersedia mencatat bahwa H.A.S. Hanandjoeddin masih diperjuangkan untuk memperoleh gelar Pahlawan Nasional. Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kembali mengajukannya pada 2022.
Di mana dapat mencari arsip Depati Amir?
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kepulauan Bangka Belitung menyediakan Bank Data yang memuat berbagai arsip Depati Amir yang bersumber dari ANRI dan telah didigitalisasi.
Penutup
Sejarah Bangka Belitung terasa lebih dekat ketika nama-nama pahlawannya tidak sekadar diucapkan saat upacara.
Dari perlawanan panjang Depati Amir hingga jejak perjuangan H.A.S. Hanandjoeddin, tokoh pahlawan dari bangka belitung mengajarkan bahwa keberanian selalu lahir dari kecintaan pada tanah dan masyarakat yang diperjuangkan.