Lenovo mengejutkan pasar dengan meluncurkan konsol gaming retro G02 secara diam-diam melalui platform AliExpress seharga 80 dolar AS atau sekitar Rp1,28 juta. Perangkat ini menandai langkah perdana Lenovo merambah segmen budget setelah sebelumnya fokus pada lini premium Legion Go yang berharga belasan juta rupiah. Kehadiran G02 memperketat persaingan di pasar handheld emulasi yang selama ini didominasi oleh merek-merek spesialis seperti Anbernic dan Retroid.
Kabar mengenai Lenovo G02 pertama kali mencuat setelah perangkat ini muncul di situs resmi Lenovo wilayah China dan mulai dijual bebas di AliExpress. Meski tidak ada pengumuman besar-besaran, kehadiran produk ini dikonfirmasi melalui video hands-on dari pengguna media sosial X, Retro Gaming With Deadfred. Dalam unggahan tersebut, konsol ini datang dengan kemasan resmi berlogo Lenovo dan menampilkan logo startup yang sama saat pertama kali dinyalakan.
Lenovo memilih spesifikasi yang cukup konservatif untuk G02 dengan menyematkan chipset Rockchip RK3326. Chip quad-core berbasis Arm Cortex-A35 ini memang sudah berusia delapan tahun, namun tetap menjadi standar industri untuk menjalankan game retro. Dapur pacu tersebut didampingi oleh RAM 1 GB dan penyimpanan internal 4 GB yang bisa diekspansi melalui slot microSD hingga 1 TB.
Secara performa, kombinasi hardware ini mampu menjalankan judul-judul game dari era NES, SNES, hingga PlayStation 1 dengan sangat lancar. Namun, pengguna mungkin akan menemui kendala saat mencoba menjalankan judul berat dari platform Nintendo 64 atau Dreamcast. Berikut adalah ringkasan spesifikasi utama Lenovo G02:
Para pengamat teknologi menyadari bahwa desain fisik Lenovo G02 memiliki kemiripan yang mencolok dengan Anbernic RG40XXV. Hal ini memicu spekulasi bahwa Lenovo mungkin bekerja sama dengan produsen OEM yang sama untuk memproduksi perangkat ini. Meski secara visual identik, terdapat perbedaan teknis pada sektor layar di mana G02 mengusung panel 4,5 inci yang sedikit lebih besar dibanding layar 4 inci milik Anbernic.
Penggunaan sistem operasi berbasis Linux memberikan pengalaman pengguna yang lebih ringan dan fokus pada fungsi inti bermain game. Lenovo juga menyertakan stik analog dengan pencahayaan RGB untuk memberikan sentuhan modern pada bodi plastiknya yang berbobot hanya 258 gram. Perangkat ini tersedia dalam tiga pilihan warna klasik, yakni hitam, putih, dan merah.
Harga 80 dolar AS (sekitar Rp1,28 juta) yang dipasang di AliExpress menempatkan Lenovo G02 di posisi yang cukup sulit. Di pasar global, chipset RK3326 biasanya ditemukan pada perangkat dengan harga di bawah 40 dolar AS atau Rp640 ribu. Sementara itu, rentang harga Rp1,2 juta hingga Rp1,5 juta biasanya sudah menawarkan chipset yang lebih bertenaga untuk menjalankan game PSP atau GameCube.
Namun, kekuatan merek Lenovo dan jaminan kualitas manufaktur global bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen awam. Jika Lenovo berhasil menekan harga hingga level 40 dolar AS seperti yang terlihat pada daftar grosir di Alibaba, G02 berpotensi menjadi perusak harga di pasar konsol retro. Hingga saat ini, belum ada informasi resmi apakah Lenovo Indonesia akan membawa perangkat ini secara resmi ke pasar domestik.