Pemkab Bangka Tengah Bangun 10 Jamban di Desa Batu Belubang pada 2026 untuk Percepat Penurunan Stunting

Penulis: Ricki Manurung  •  Minggu, 17 Mei 2026 | 20:40:07 WIB
Pembangunan 10 unit jamban mulai 2026 di Desa Batu Belubang sebagai upaya percepatan penurunan stunting.

KOBA — Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah menggeser pendekatan penanganan stunting dengan menyasar faktor sanitasi lingkungan. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Bangka Tengah Wiwik Susanti mengatakan pembangunan 10 unit jamban akan dipusatkan di Desa Batu Belubang pada 2026.

“Selain bantuan gizi, pembangunan 10 unit jamban akan difokuskan di Desa Batu Belubang sebagai bagian dari intervensi sanitasi,” kata Wiwik di Koba, Minggu.

Angka Stunting di Bangka Tengah Justru Naik 3,73 Persen

Data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) per Februari 2026 menunjukkan prevalensi stunting di Bangka Tengah justru meningkat 3,73 persen. Kondisi ini menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi program-program yang sudah berjalan.

“Kondisi ini tentu saja memerlukan perhatian serius melalui evaluasi dan penguatan berbagai program intervensi di lapangan,” ujar Wiwik.

Baznas Ikut Urun Rembuk Lewat Program Genting

Program pembangunan jamban ini juga didukung Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Pada 2026, Baznas telah menyasar 25 Keluarga Rawan Stunting (KRS) yang terdiri dari balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

“Baznas merupakan salah satu mitra Pentaheliks yang konsisten mendukung Program Genting sejak 2025,” kata Wiwik.

Target Nasional 2026: 17,5 Persen, Bangka Tengah Kejar Ketertinggalan

Pemerintah pusat melalui Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024 tentang RPJPN 2025–2045 menargetkan angka stunting nasional pada 2026 turun menjadi 17,5 persen. Untuk mencapai target tersebut, Pemkab Bangka Tengah mengandalkan enam pilar strategi nasional percepatan pencegahan dan penurunan stunting 2025–2029.

“Enam pilar tersebut melibatkan setiap elemen lintas sektoral, pemerintah daerah, hingga pemerintahan desa dan kelurahan,” jelas Wiwik.

Dengan pendekatan lintas sektor mulai dari intervensi gizi hingga perbaikan sanitasi lingkungan, Pemkab Bangka Tengah berharap angka stunting bisa ditekan secara signifikan dalam dua tahun ke depan.

Reporter: Ricki Manurung
Sumber: babel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top