Populasi Motor Listrik Tembus 236.451 Unit, Kemenperin Dorong UMKM Masuk Rantai Pasok Industri

Penulis: Monang Simanjuntak  •  Rabu, 03 Juni 2026 | 02:06:01 WIB
Populasi motor listrik di Indonesia mencapai 236.451 unit hingga Februari 2026.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia tidak lagi sekadar tren. Data Kemenperin menunjukkan populasi motor listrik nasional telah menyentuh 236.451 unit hingga Februari 2026. Angka ini menjadi sinyal bagi pelaku usaha lokal bahwa pasar komponen pendukung kendaraan listrik mulai terbuka lebar.

Melihat momentum tersebut, Kementerian Perindustrian menggelar agenda Penjajakan Peluang Bisnis di Cikarang, Jawa Barat. Acara ini mempertemukan langsung IKM komponen otomotif dengan produsen kendaraan listrik besar, seperti PT SGMW Motor Indonesia dan PT VKTR Teknologi Mobilitas.

Transfer Teknologi dari Pabrikan Besar ke Pelaku Lokal

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan bahwa pengembangan industri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) harus memberikan efek berganda. Bukan hanya dinikmati korporasi besar, tetapi juga industri skala kecil dan menengah.

“Pemerintah berupaya agar ekosistem industri KBLBB tidak hanya diisi oleh pelaku industri besar, namun juga oleh industri berskala kecil dan menengah sehingga dapat terjadi proses transfer teknologi,” ujar Agus dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (2/6/2026).

Target Infrastruktur SPKLU 62.918 Unit pada 2030

Prospek industri ini juga ditopang oleh pengembangan infrastruktur pengisian daya. Hingga April 2026, PT PLN (Persero) telah mengoperasikan 4.769 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 3.097 lokasi. Targetnya, jumlah tersebut melonjak drastis menjadi 62.918 unit pada tahun 2030.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita, mengatakan perubahan preferensi masyarakat menuju kendaraan ramah lingkungan harus dimanfaatkan pelaku usaha lokal. Mereka perlu meningkatkan kapasitas dan daya saing agar bisa bersaing di pasar komponen.

Daya Saing IKM dan Target TKDN Nasional

Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut (LMEA) Kemenperin, Dini Hanggandari, berharap sinergi ini bisa mempercepat peningkatan kemampuan teknologi dan kualitas produk nasional. Keterlibatan IKM dinilai krusial untuk mendongkrak Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) kendaraan listrik yang dipasarkan di Indonesia.

Semakin banyak komponen lokal yang terserap, nilai tambah industri nasional pun semakin besar. Kemenperin optimistis pertumbuhan populasi kendaraan listrik yang berbanding lurus dengan kebutuhan komponen akan menjadi momentum bagi UMKM untuk mengambil peran strategis dalam transformasi otomotif menuju era elektrifikasi.

Reporter: Monang Simanjuntak
Sumber: transportasimedia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top