Kunjungan Wisman Capai 1,25 Juta pada April 2026, Devisa Pariwisata Tembus Rp68 Triliun

Penulis: Ricki Manurung  •  Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:33:31 WIB
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai 1,25 juta pada April 2026.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana merilis laporan bulanan yang menunjukkan pertumbuhan konsisten di sektor pariwisata. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisman pada April 2026 mencapai 1,25 juta, naik 7,22 persen dari 1,16 juta pada April 2025. Secara kumulatif, Januari-April 2026 mencatat 4,68 juta kunjungan, tumbuh 8,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Bali dan Malaysia Mendominasi Arus Wisatawan

Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali masih menjadi pintu masuk utama dengan 552.961 kunjungan pada April 2026. Disusul Bandara Soekarno-Hatta sebanyak 227.830 kunjungan dan Batam melalui jalur laut dengan 110.535 kunjungan.

Dari sisi negara asal, Malaysia menempati posisi pertama dengan 207.957 kunjungan. Australia berada di urutan kedua dengan 157.960 kunjungan, disusul Tiongkok 133.986 kunjungan, Singapura 111.439 kunjungan, dan Timor-Leste 75.477 kunjungan.

Strategi Kualitas Destinasi Mulai Tampak Hasil

"Pariwisata Indonesia saat ini berada pada jalur pertumbuhan yang sangat positif. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan kunjungan wisman serta meningkatnya rata-rata pengeluaran wisatawan per kunjungan. Ini membuktikan bahwa strategi penguatan kualitas destinasi mulai membuahkan hasil," ujar Widiyanti dalam keterangan resmi, Sabtu (6/6/2026).

Di sisi domestik, pergerakan wisatawan nusantara hingga April 2026 mencapai 417,06 juta perjalanan, tumbuh 1,48 persen secara tahunan. Widiyanti menekankan bahwa pertumbuhan ini tidak hanya soal kuantitas, tetapi juga pemerataan manfaat ekonomi.

Rakornas Pariwisata dan Sertifikasi Halal Desa Wisata

Kementerian Pariwisata menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata 2026 pada 20–21 Mei 2026. Forum itu menyelaraskan kebijakan menuju target pembangunan pariwisata nasional 2029, termasuk optimalisasi pembiayaan dan percepatan infrastruktur.

"Melalui rakornas, Kementerian Pariwisata menegaskan pentingnya penyelarasan kebijakan, penguatan dampak ekonomi program, optimalisasi pembiayaan, serta percepatan pembangunan infrastruktur pariwisata," kata Widiyanti.

Dalam kunjungan kerja ke Desa Wisata Arborek, Raja Ampat, Papua Barat Daya, Widiyanti menyoroti upaya menjaga kelestarian lingkungan dan mengendalikan daya dukung destinasi. "Kita ingin manfaat pariwisata bertumpu pada kualitas pengalaman dan keberlanjutan destinasi, bukan sekadar kuantitas," ujarnya.

Kementerian juga memperkuat ekosistem pariwisata ramah muslim lewat kolaborasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Hingga 29 Mei 2026, sebanyak 31.548 sertifikat halal telah diterbitkan bagi pelaku usaha di 1.116 desa wisata yang tersebar di 34 provinsi.

Program Ini Buka Peluang bagi UMKM Lokal

"Program ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem pariwisata ramah muslim sekaligus membuka peluang yang lebih besar bagi UMKM lokal untuk masuk ke dalam rantai nilai pariwisata," kata Widiyanti. Ia menegaskan, koordinasi pusat dan daerah, penguatan desa wisata, serta aktivasi event daerah terus didorong agar pariwisata Indonesia semakin inklusif dan berkelanjutan.

Reporter: Ricki Manurung
Sumber: akurat.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top