Di Tengah Reruntuhan Kamp Jabalia, 150 Pasangan Palestina Gelar Pernikahan Massal Penuh Tradisi

Penulis: Ricki Manurung  •  Kamis, 02 Juli 2026 | 15:12:01 WIB
pasangan Palestina menggelar pernikahan massal di tengah reruntuhan Kamp Jabalia, Gaza utara.

JABALIA — Suasana berbeda terasa di Kamp Pengungsi Jabalia, Gaza utara, akhir pekan lalu. Di tengah gempuran dan reruntuhan bangunan, 150 pasangan Palestina menggelar pesta pernikahan massal yang sarat dengan nilai tradisi dan semangat bertahan hidup.

Perayaan di Tengah Puing: Tarian dan Lagu Tradisional Mewarnai Resepsi

Acara yang berlangsung pada Minggu (28/6) itu dipusatkan di sebuah aula resepsi pernikahan yang baru saja diperbaiki. Meski lokasi acara masih dikelilingi oleh kehancuran akibat serangan militer Israel, warga sekitar tetap larut dalam kegembiraan.

Lagu-lagu tradisional Palestina menggema, diiringi tarian dan arak-arakan perayaan yang melibatkan puluhan keluarga. Momen ini menjadi pelipur lara dan simbol ketahanan masyarakat Gaza di tengah krisis kemanusiaan yang tak kunjung usai.

150 Pasangan Jadi Simbol Harapan di Tengah Krisis Kemanusiaan

Pernikahan massal ini bukan sekadar seremoni. Bagi warga Kamp Jabalia, acara ini menjadi bukti bahwa denyut kehidupan dan tradisi tetap berjalan meskipun di bawah tekanan perang. Ratusan pasangan yang menikah sekaligus menandai babak baru dalam hidup mereka di tengah keterbatasan tempat tinggal dan ancaman sehari-hari.

Momen ini juga menjadi ajang berkumpulnya masyarakat yang selama ini terisolasi. Kebersamaan dan solidaritas antarwarga terlihat jelas saat mereka saling membantu menyukseskan acara pernikahan massal tersebut.

Xinhua Abadikan Potret Kebahagiaan di Tengah Derita Gaza

Rangkaian foto yang diabadikan oleh kantor berita Xinhua menunjukkan kontras tajam antara kegembiraan para pengantin dengan latar belakang bangunan-bangunan yang hancur. Beberapa foto memperlihatkan pasangan pengantin tersenyum di depan aula yang dindingnya masih retak-retak, sementara anak-anak berlarian di antara puing-puing sambil menyaksikan prosesi.

Tidak ada pernyataan resmi dari otoritas setempat mengenai pendanaan atau penyelenggara acara dalam bahan berita yang diterima. Namun, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di tengah krisis berkepanjangan, masyarakat Palestina terus berupaya mempertahankan tradisi dan martabat mereka.

Reporter: Ricki Manurung
Sumber: babel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top