KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Podcast Windows Central edisi pekan ini mengupas tuntas situasi bisnis Xbox yang tengah berada di titik kritis. Senior editor Xbox, Jez Corden, dan Zac Bowden membahas dampak kepemimpinan baru, rumor penutupan studio, hingga rencana konsol kode nama "Project Helix" yang disebut-sebut akan membawa perubahan fundamental pada ekosistem Microsoft.
Salah satu isu paling krusial adalah melonjaknya harga komponen, terutama RAM. Kondisi yang disebut sebagai "RAM apocalypse" ini membuat Microsoft dan Sony kehilangan ratusan dolar untuk setiap unit konsol yang terjual.
Model bisnis lama yang mengandalkan subsidi—menjual konsol rugi di awal lalu balik modal dari penjualan game—kini runtuh. Penyebabnya adalah menjamurnya game gratis seperti Fortnite dan Roblox yang dimainkan oleh banyak pengguna kasual yang tidak mengeluarkan uang sama sekali.
Podcast ini juga mengulas rumor bahwa Microsoft tengah mencari pembeli untuk beberapa studio first-party seperti Ninja Theory dan Undead Labs. Tujuannya bukan sekadar memangkas biaya, tetapi menyelamatkan proyek yang sudah berjalan seperti State of Decay 3 agar tidak dibatalkan begitu saja.
Langkah ini dinilai sebagai dampak dari efisiensi besar-besaran di seluruh divisi Microsoft, termasuk Azure dan Surface, akibat investasi besar-besaran di infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
Rencana untuk konsol generasi berikutnya, yang dikenal dengan nama "Helix", menjadi topik hangat. Jez Corden mengungkapkan bahwa Microsoft sempat merancang Helix sebagai perangkat terbuka berbasis Windows yang mendukung penuh toko Steam.
Namun, ide ini dipertanyakan oleh Chief Strategy Officer baru Microsoft, Matthew Ball. Risiko utamanya adalah pengguna bisa membeli konsol mahal—yang diperkirakan mencapai harga USD 1.000 (sekitar Rp 16,5 juta)—tetapi hanya membelanjakan uang untuk game di Steam, bukan di ekosistem Microsoft Store.
Jez Corden juga membocorkan fitur baru berkode nama "Positron" yang sedang dikembangkan. Fitur ini memungkinkan pemilik Xbox memasukkan cakram fisik ke konsol sekali saja untuk mengklaim lisensi digital secara permanen ke akun Microsoft mereka.
Lisensi tersebut hanya akan hilang jika cakram fisik yang sama didaftarkan oleh pengguna lain. Langkah ini menjadi jembatan menuju era all-digital yang sebelumnya sempat digagas pada tahun 2013 dan menuai kritik keras.
Podcast ini juga menyoroti pergeseran Sony yang mulai meninggalkan media fisik. Hal ini diprediksi akan membuat konsol generasi depan, termasuk Xbox Helix, sepenuhnya tanpa pemutar cakram karena pertimbangan ekonomi rantai pasok.
Alih-alih melakukan pemutusan arsitektur secara total, Microsoft disebut akan mempertahankan Xbox Series X/S sebagai lini anggaran yang hidup berdampingan dengan konsol premium Helix. Siklus transisi antar-generasi diprediksi akan berlangsung lebih lama dari biasanya.