Pencarian

Harapan Warga Air Kepala Tujuh Terwujud, Gubernur Babel Hidayat Arsani Groundbreaking SMAN 5 Pangkalpinang

Selasa, 07 Juli 2026 • 23:16:31 WIB
Harapan Warga Air Kepala Tujuh Terwujud, Gubernur Babel Hidayat Arsani Groundbreaking SMAN 5 Pangkalpinang
Gubernur Hidayat Arsani melakukan groundbreaking pembangunan SMA Negeri 5 Pangkalpinang di Air Kepala Tujuh.

PANGKALPINANG — Warga Kelurahan Air Kepala Tujuh, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang, tak perlu lagi menyekolahkan anaknya ke pusat kota. Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani, meresmikan dimulainya pembangunan SMA Negeri 5 Pangkalpinang di kawasan tersebut pada Selasa (7/7/2026). Proyek ini merupakan jawaban atas aspirasi masyarakat yang telah lama menginginkan hadirnya sekolah menengah atas negeri di lingkungan mereka.

Mengapa Warga Air Kepala Tujuh Butuh SMA Negeri?

Selama ini, pelajar di kawasan Gerunggang dan sekitarnya harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk bersekolah di SMA negeri yang terkonsentrasi di pusat Kota Pangkalpinang. Kondisi ini menjadi beban tersendiri bagi orang tua, baik dari segi biaya transportasi maupun waktu tempuh. Kehadiran SMA Negeri 5 Pangkalpinang diharapkan memangkas jarak dan memberikan kesempatan lebih luas bagi anak-anak usia sekolah di wilayah itu.

“Ini bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan pemerataan layanan pendidikan,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Saipul Bakhri, dalam kesempatan yang sama.

Langkah Awal Pembangunan

Prosesi peletakan batu pertama yang dilakukan Gubernur Hidayat Arsani menandai dimulainya konstruksi fisik sekolah. Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) ini merupakan bagian dari program strategis pemerintah provinsi untuk memperluas akses pendidikan di daerah pinggiran. Dengan adanya SMA negeri baru, Pemprov Babel berharap angka partisipasi sekolah menengah di Pangkalpinang dan sekitarnya bisa meningkat.

Pembangunan SMAN 5 Pangkalpinang tidak hanya sekadar membangun gedung. Keberadaan sekolah ini juga menjadi stimulus bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Kehadiran siswa dan guru setiap hari akan menghidupkan usaha mikro di sekitar lokasi, seperti warung makan, fotokopi, dan transportasi. Warga Air Kepala Tujuh pun bisa lebih tenang karena anak-anak mereka bersekolah di lingkungan yang lebih dekat dan mudah diawasi.

Bagikan
Sumber: suarapos.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks