BANGKA TENGAH — Festival Menuang bukan sekadar panggung hiburan. Bagi warga Desa Baskara Bakti, even tahunan ini adalah alat bukti bahwa lahan pascatambang bisa disulap menjadi destinasi yang layak dikunjungi. Setelah sukses pada edisi perdana tahun lalu, panitia kembali menggelar rangkaian acara selama tiga hari penuh di Pantai Menuang.
Ketua Pelaksana Festival Menuang Vol II, Nur Kholis, menyebut Pantai Menuang memiliki daya tarik yang tidak biasa. Deretan pohon cemara yang ditanam sebagai peneduh kawasan wisata kini mulai tumbuh rimbun. Sementara itu, hutan mangrove yang ditanam bersama PT Timah memperkuat fungsi ekologis pesisir.
“Kalau air sedang pasang, warna airnya terlihat kebiruan sehingga menjadi pemandangan yang indah,” ujarnya, merujuk pada bekas kolong tambang yang kini menyerupai danau alami.
Menurut Nur Kholis, festival ini menjadi media efektif untuk mengenalkan Pantai Menuang kepada publik. “Kalau tidak ada kegiatan seperti ini, masyarakat belum banyak yang mengenal Pantai Menuang. Melalui festival ini kami ingin menunjukkan bahwa kawasan bekas tambang dapat dimanfaatkan menjadi destinasi wisata yang menarik,” katanya.
Selama tiga hari, panitia menyiapkan agenda yang menyasar berbagai kalangan. Hari pertama diisi dengan wisata religi bersama majelis taklim. Puncak acara pada Minggu akan dimeriahkan dengan penanaman mangrove, jalan santai, lomba memancing, dan lomba mewarnai untuk anak-anak.
Dukungan PT Timah difokuskan pada pelaksanaan hari puncak. Nur Kholis mengapresiasi konsistensi perusahaan tambang itu dalam mendampingi desa mereka. “Kami kerap mendapatkan dukungan baik untuk kegiatan sosial maupun reklamasi. Alhamdulillah, pengembangan wisata dan penanaman mangrove mendapat dukungan,” ujarnya.
Ke depan, Nur Kholis berharap sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, dan PT Timah terus berjalan. Menurutnya, pengembangan wisata tidak bisa berdiri sendiri tanpa pelestarian lingkungan dan pemberdayaan warga.
“Kami berharap sinergi ini terus terjaga. Kehadiran PT Timah telah memberikan banyak manfaat bagi desa kami, baik melalui kegiatan sosial, reklamasi, maupun pengembangan kawasan wisata yang berdampak bagi masyarakat,” tutupnya.
Festival Menuang Vol II digelar di Pantai Menuang, Desa Baskara Bakti, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah. Ajang ini menjadi salah satu contoh konkret bagaimana wilayah pascatambang di Kepulauan Bangka Belitung bertransformasi menjadi ruang publik yang bernilai ekonomi dan ekologis.