PANGKALPINANG — Selama empat tahun terakhir, warga di Kecamatan Gerunggang menanti kehadiran sekolah menengah atas negeri. Kini, harapan itu mulai terwujud. Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memulai pembangunan SMA Negeri 5 Pangkalpinang di lahan hibah dari Pemerintah Kota Pangkalpinang.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Saipul Bakhri, menjelaskan pembiayaan pembangunan sekolah bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sementara tanah yang digunakan merupakan hibah dari Pemerintah Kota Pangkalpinang.
“Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Pemerintah Kota Pangkalpinang berkomitmen meningkatkan akses layanan pendidikan melalui pembangunan SMA Negeri 5 Pangkalpinang di Kecamatan Gerunggang,” ujar Saipul dalam keterangannya.
Target penyelesaian gedung baru ini pada November 2026. Selama proses pembangunan, sebanyak 53 calon peserta didik akan mengikuti kegiatan belajar mengajar di SMA Negeri 3 Pangkalpinang.
Saipul menambahkan, tahun ini terdapat 1.174 lulusan SMP atau sederajat di Pangkalpinang. Daya tampung SMA negeri yang ada saat ini masih terbatas, sehingga pembangunan USB ini menjadi krusial untuk menekan angka putus sekolah dan mengurangi jarak tempuh pelajar ke sekolah.
Gubernur Hidayat Arsani menegaskan bahwa pembangunan SMA Negeri 5 bukan sekadar proyek fisik. Menurutnya, ini adalah investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Bangka Belitung.
“Kami memastikan seluruh anak memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan,” kata Hidayat.
Kehadiran sekolah ini diharapkan mengurangi beban orang tua yang selama ini harus menyekolahkan anaknya ke sekolah negeri di kecamatan lain atau memilih sekolah swasta dengan biaya lebih tinggi. Warga Gerunggang kini memiliki akses pendidikan negeri yang lebih dekat dari rumah.