BRI Ingatkan Warga Bangka Belitung Soal Investasi Imbal Hasil Tinggi, Kenali Ciri-Ciri Penipuan Sebelum Menempatkan Dana

Penulis: Alfian Batubara  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:16:31 WIB
Petugas menunjukkan brosur layanan perbankan saat sosialisasi literasi keuangan di Pangkalpinang, Bangka Belitung.

JAKARTA — Maraknya penawaran investasi dengan janji imbal hasil besar di tengah meningkatnya minat masyarakat menabung dan berinvestasi membuat BRI mengeluarkan imbauan tegas. Bank pelat merah ini meminta calon investor, termasuk di wilayah Kepulauan Bangka Belitung, untuk melakukan verifikasi menyeluruh sebelum mengucurkan modal.

Corporate Secretary BRI Dhanny menyebut, tren positif masyarakat yang mulai melirik instrumen investasi harus diimbangi dengan kewaspadaan. Informasi yang utuh mengenai cara kerja produk, profil risiko, serta kredibilitas pihak penawarnya menjadi tameng utama dari potensi kerugian finansial.

Imbal Hasil Tinggi Bukan Jaminan, Ini yang Harus Dicermati

Dhanny menjelaskan, tingginya imbal hasil memang menjadi daya tarik utama sebuah produk investasi. Namun, ia mengingatkan bahwa keuntungan besar biasanya berbanding lurus dengan risiko yang juga besar.

“Imbal hasil yang tinggi tentu menjadi salah satu pertimbangan dalam berinvestasi. Namun sebelum menempatkan dana, masyarakat perlu memahami bagaimana investasi tersebut bekerja, risiko yang menyertainya, serta siapa pihak yang menawarkan produk tersebut. Dengan informasi yang utuh, keputusan investasi dapat diambil dengan lebih bijak,” ujar Dhanny dalam keterangan resmi yang diterima redaksi, Selasa (18/2/2025).

Langkah Verifikasi Sebelum Dana Mengalir

BRI menggarisbawahi pentingnya memastikan legalitas produk dan lembaga penawarnya. Masyarakat dapat mengecek izin usaha dan izin produk melalui kanal resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta memastikan perusahaan terdaftar sebagai penyedia jasa keuangan yang diawasi.

Selain legalitas, masyarakat juga perlu mempertanyakan kejelasan skema bisnis yang ditawarkan. Waspadai jika penawaran terkesan mendesak, menjanjikan kepastian keuntungan di luar kewajaran, atau meminta transfer dana ke rekening pribadi yang tidak sesuai dengan nama badan usaha.

Imbauan ini menjadi pengingat bagi masyarakat di daerah seperti Pangkalpinang, Sungailiat, hingga Belitung untuk tidak serta-merta percaya pada bujuk rayu agen investasi yang menjanjikan keuntungan instan. Prinsip kehati-hatian dan literasi keuangan yang baik adalah kunci utama menghindari jerat investasi bodong.

Reporter: Alfian Batubara
Sumber: bangkaindependent.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top