Target 1.386 Kampung Nelayan Mulai Dibangun Desember 2026, Prabowo Pantau Progres 100 Lokasi Perdana

Penulis: Monang Simanjuntak  •  Rabu, 02 September 2026 | 07:16:01 WIB
Presiden Prabowo Subianto memantau progres pembangunan 100 lokasi perdana Kampung Nelayan Merah Putih.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya membenarkan agenda pertemuan tersebut. "Keduanya menghadap Presiden untuk melaporkan perkembangan pembangunan 100 pertama Kampung Nelayan serta pendistribusian bantuan kapal bagi para nelayan," kata Teddy dalam unggahan akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet.

Skala Program: 1.386 Kampung Hingga SPBU Khusus Nelayan

Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tidak berhenti di 100 lokasi pertama. Sebelumnya, Prabowo telah mengumumkan target peresmian 1.386 kampung nelayan yang dimulai Desember 2026. Pernyataan tersebut disampaikan saat kunjungan kerja ke Miangas, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, pada Mei lalu.

Setiap kampung nelayan direncanakan memiliki sejumlah fasilitas penunjang aktivitas melaut. Berikut rincian infrastruktur yang akan dibangun:

  • Pabrik es untuk menjaga kualitas hasil tangkapan
  • Cold storage atau ruang pendingin penyimpanan ikan
  • Tempat pembenihan udang
  • SPBU khusus nelayan

Dalam kunjungannya ke Miangas, Prabowo juga menyerahkan satu unit kapal berukuran 15 gross ton (GT) kepada nelayan setempat. Bantuan kapal ini menjadi bagian dari paket dukungan pemerintah untuk memperluas jangkauan melaut dan meningkatkan hasil tangkapan.

Koordinasi Lintas Kementerian Menjadi Kunci

Kehadiran Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani dalam pertemuan itu mengindikasikan program ini melibatkan lebih dari sekadar pembangunan fisik. Menurut Teddy, pemerintah terus melakukan koordinasi lintas kementerian agar pembangunan kampung nelayan dan pemberian dukungan bagi nelayan berjalan secara terpadu.

Keterlibatan Kementerian Investasi dan Hilirisasi menjadi penting lantaran pengembangan kawasan pesisir membutuhkan investasi baik dari APBN maupun swasta. Sementara itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan bertugas memastikan aspek teknis perikanan dan kelayakan lokasi.

Dampak bagi Nelayan dan Ekonomi Pesisir

Program ini menyasar perbaikan dua sisi sekaligus: tempat tinggal dan alat produksi. Dengan adanya cold storage dan pabrik es, nelayan tidak lagi terpaksa menjual ikan dengan harga murah di tengah laut. Fasilitas penyimpanan memungkinkan mereka menahan hasil tangkapan hingga harga membaik di darat.

SPBU khusus nelayan juga dirancang untuk menekan biaya operasional melaut yang selama ini menjadi beban terbesar nelayan kecil. Kombinasi infrastruktur ini diharapkan mampu mendorong kesejahteraan masyarakat pesisir secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

Pembangunan kampung nelayan ini sejalan dengan target pemerintah meningkatkan kontribusi sektor kelautan terhadap perekonomian nasional. Dengan total 1.386 lokasi yang tersebar di berbagai daerah, program ini menjadi salah satu proyek prioritas pemerintahan Prabowo di sektor kelautan dan perikanan.

Reporter: Monang Simanjuntak
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top