PANGKALPINANG — Donor darah yang digelar PT TIMAH (Persero) Tbk bersama Palang Merah Indonesia (PMI) pada rangkaian Bulan Bakti HUT ke-50 membukukan 811 kantong darah dari delapan titik di tiga provinsi. Aksi bertema “Timah untuk Rakyat” ini menyasar Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, hingga Jakarta.
PT TIMAH berkolaborasi dengan PMI di berbagai wilayah operasional perusahaan. Kerja sama itu disebut sebagai wujud nyata dukungan terhadap pelayanan darah di daerah, sekaligus upaya menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Ketua PMI Kota Pangkalpinang, Muhammad Iqbal, menyebut kebutuhan darah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masih cukup tinggi. Partisipasi perusahaan dan masyarakat dinilai penting agar ketersediaan stok tidak menipis.
“Tiap tahun Alhamdulillah kami selalu bermitra dengan PT TIMAH, dan kami berharap kerja sama ini terus terjalin baik untuk kegiatan kemanusiaan lainnya,” kata Iqbal.
Ia menilai kolaborasi yang berjalan secara berkelanjutan itu bermanfaat bagi pasien yang membutuhkan transfusi. Konsistensi PT TIMAH pun direspons positif karena membantu PMI dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
Kebutuhan darah yang tinggi juga dirasakan di Kabupaten Bangka Selatan. Ketua PMI Bangka Selatan, Debby Vita Dewi, yang juga Wakil Bupati Bangka Selatan, menyambut baik kegiatan donor darah yang menjangkau wilayahnya.
“Selaku Ketua PMI Bangka Selatan, saya mengetahui bahwa kebutuhan darah di wilayah Kabupaten Bangka Selatan sangat tinggi. Maka sudah tepat sekali PT TIMAH melaksanakan kegiatan ini,” kata Debby.
Dia berharap semangat berbagi tersebut terus dipertahankan dan semakin luas, sehingga lebih banyak masyarakat merasakan manfaatnya.
Donor darah bukan hanya dilakukan saat momen HUT perusahaan. PT TIMAH juga rutin berkolaborasi dengan PMI untuk menggelar aksi serupa di berbagai kesempatan.
Selain donor darah, perusahaan mendukung edukasi tentang pentingnya mendonorkan darah. Langkah ini diambil agar semakin banyak warga yang terdorong menjadi pendonor sukarela, bukan hanya saat stok sedang kosong.