PANGKALPINANG — Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berhasil meraih penghargaan Indeks Reformasi Hukum (IRH) 2025 dengan predikat tertinggi, AA atau Istimewa, dari Kementerian Hukum (Kemenkum) RI. Capaian ini mengukuhkan komitmen pemprov dalam menghadirkan tata kelola regulasi yang berkualitas.
Penghargaan diserahkan Kepala Kanwil Kemenkum Kepulauan Babel, Johan Manurung, kepada Gubernur Kepulauan Babel, Hidayat Arsani, di Pangkalpinang, Rabu (3/6).
Nilai Fantastis 96,20 Jadi Bukti Kinerja
Gubernur Kepulauan Babel, Hidayat Arsani, mengaku bersyukur atas capaian tersebut. "Alhamdulillah, kita meraih Penghargaan IRH dengan nilai fantastis 96,20 dari Kemenkum," katanya di Pangkalpinang, Kamis.
Menurutnya, penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran pemprov dalam meningkatkan reformasi hukum, baik dari sisi penegakan hukum, kepastian hukum, maupun pelayanan hukum yang berkualitas dan berpihak kepada masyarakat.
Regulasi Baru untuk Desa dan Kelurahan
Hidayat Arsani menyatakan komitmennya untuk mengawal implementasi regulasi baru, yaitu Rapergub tentang Posbankum Desa dan Kelurahan se-Kepulauan Babel. Regulasi ini diharapkan memberikan jaminan kepastian hukum dan anggaran bagi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
"Penghargaan ini adalah pelecut semangat bagi seluruh jajaran pemprov untuk terus mempertahankan pelayanan hukum yang prima dan kolaboratif," ujarnya.
Kemenkum Apresiasi Tata Kelola Regulasi Babel
Kepala Kanwil Kemenkum Kepulauan Babel, Johan Manurung, memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian ini. "Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung atas pencapaian luar biasa dalam Indeks Reformasi Hukum 2025. Ini membuktikan komitmen kuat pemerintah daerah dalam menghadirkan tata kelola regulasi yang berkualitas," katanya.
Melalui penghargaan ini, Hidayat Arsani berharap kolaborasi antara pemprov dan Kemenkum ke depan semakin kokoh demi mewujudkan pelayanan hukum yang transparan dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat di Bangka Belitung.