KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyatakan setiap bulan pada 2027 akan diisi agenda berskala internasional. "Kami sedang mendesain kalender kegiatan dari Januari sampai Desember 2027. Setiap bulan akan ada kegiatan berskala internasional, karena Jakarta sedang menuju kota global," kata Rano dalam keterangan yang dikutip Antara, Senin (14/4).
Rencana ini menjadi panduan bagi pelaku usaha di sektor pariwisata dan perhotelan untuk menyiapkan atraksi pendukung. Pemprov DKI ingin kegiatan budaya tidak sekadar menjadi ajang pelestarian, tetapi juga motor penggerak kunjungan wisata dan ekonomi daerah.
Perputaran Ekonomi Rp 68 Triliun dari Agenda Keagamaan
Rano mencontohkan rangkaian kegiatan pada perayaan Natal hingga Idulfitri telah menciptakan perputaran ekonomi hingga Rp68 triliun. Angka ini menjadi acuan bahwa agenda budaya dan pariwisata berdampak langsung pada pertumbuhan fiskal Jakarta.
"Targetnya tentu meningkatkan jumlah kunjungan wisata. Dengan kunjungan yang meningkat, fiskal Jakarta juga ikut tumbuh," imbuhnya.
15 Hotel Siap Promosikan Budaya Betawi
Untuk perayaan HUT Jakarta tahun ini, Pemprov DKI telah menyiapkan sederet kegiatan keagamaan. Industri perhotelan turut memperluas promosi budaya Betawi melalui kuliner, pertunjukan seni, dan pengalaman khas Jakarta kepada wisatawan.
"Kami memiliki sekitar 15 hotel yang sudah bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta. Ini bagian dari upaya mengangkat budaya Betawi melalui berbagai aktivitas yang dekat dengan wisatawan," ungkap Rano.
Kolaborasi dengan hotel-hotel tersebut diharapkan mampu memperkenalkan identitas Betawi secara lebih masif kepada wisatawan domestik dan mancanegara. Pemprov DKI juga mendorong setiap hotel menyajikan elemen khas Jakarta, mulai dari menu tradisional hingga pertunjukan seni Betawi, sebagai daya tarik utama.
Jadwal Detail Baru Akan Dirilis
Hingga saat ini, Pemprov DKI masih menyusun detail kalender kegiatan per bulan untuk 2027. Rano memastikan pihaknya akan merilis jadwal lengkap dalam waktu dekat agar industri terkait memiliki waktu yang cukup untuk beradaptasi dan menyiapkan atraksi.
Langkah ini sejalan dengan visi Jakarta sebagai kota global yang tidak hanya mengandalkan infrastruktur, tetapi juga kekayaan budaya dan pariwisata sebagai penggerak ekonomi utama. Dengan kepastian agenda tahunan, investor dan pelaku usaha di sektor perhotelan diharapkan lebih percaya diri menanamkan modal di ibu kota.