MANGGAR — Muhammad Furqoen Nul Hakim membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk mengibarkan Sang Saka Merah Putih di Istana Negara. Putra dari Abd Rahman yang bekerja sebagai buruh harian dan ibu rumah tangga Elyani ini berhasil menembus seleksi nasional Paskibraka 2026.
Proses seleksi yang digelar BPIP tidak main-main. Furqoen harus melewati tahapan panjang mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga akhirnya dinyatakan lolos sebagai perwakilan Bangka Belitung. Ia mengaku perjuangan orang tuanya menjadi motivasi terbesar.
"Dukungan keluarga menjadi kekuatan terbesar saya. Dari mereka saya belajar bahwa kesuksesan tidak diraih secara instan, semuanya butuh usaha dan doa," ujar Furqoen.
Anak Buruh Harian yang Bercita-cita Jadi TNI
Furqoen lahir di Manggar, 5 Januari 2010. Ia tinggal di Dusun Terang Bulan, Desa Lalang, Kecamatan Manggar. Dengan tinggi badan 179 cm dan berat 72 kg, fisiknya mendukung untuk tugas pengibaran bendera.
Motivasi menjadi anggota Paskibraka muncul sejak ia menyaksikan pasukan pengibar bendera saat upacara kemerdekaan. Kedisiplinan dan semangat nasionalisme para anggota membuatnya bercita-cita mengikuti jejak tersebut. Cita-citanya kelak ingin menjadi anggota TNI atau pemimpin yang bermanfaat bagi bangsa.
Tantangan Terberat: Konsistensi di Bawah Tekanan
Seleksi Paskibraka menuntut kemampuan fisik, mental, wawasan kebangsaan, kedisiplinan, dan karakter diri. Furqoen mengakui bahwa tantangan terberat adalah menjaga konsistensi latihan dan tetap tampil maksimal di bawah tekanan.
“Pernah merasa pesimis, tetapi saya bangkit dengan mengingat perjuangan orang tua,” kata Furqoen. Ia juga berterima kasih kepada pelatih, guru, dan teman-teman yang terus mendukungnya. Baginya, pencapaian ini adalah amanah besar untuk membawa nama daerah dan menjadi inspirasi generasi muda.
Latihan Fisik dan Organisasi Jadi Modal
Sebelum seleksi, Furqoen rutin berlatih fisik seperti lari, push-up, sit-up, serta baris-berbaris. Ia juga memperdalam wawasan kebangsaan dan melatih komunikasi. Aktivitasnya di organisasi Paskibra dan OSIS membentuk karakter disiplin, kepemimpinan, dan kerja sama tim.
Prestasi Furqoen tidak hanya di bidang baris-berbaris. Ia pernah meraih Juara 1 Lomba Futsal Bupati Cup Pelajar, Juara 2 IKBB HUT SMKN 1 Manggar, Juara 1 Marching Band HUT SMKN 1 Manggar, dan terpilih sebagai peserta MPLS terbaik SMAN 1 Manggar. Hobinya berolahraga dan bermain tongkat mayoret turut mendukung kelenturan geraknya.
Pesan untuk Generasi Muda Belitung Timur
Di akhir perbincangan, Furqoen berpesan agar generasi muda tidak takut bermimpi besar. “Percayalah bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berjuang. Tetap disiplin, konsisten, dan jangan menyerah meskipun prosesnya berat,” tutupnya.