SUNGAILIAT — DLH Kabupaten Bangka tidak ingin gerakan kebersihan hanya menjadi seremoni. Mereka mengajak GOW untuk menjadikan gotong royong sebagai agenda rutin, bukan sekadar kegiatan insidental.
Kepala DLH Bangka Boy Yandra di Sungailiat, Senin, mengatakan pemberdayaan perempuan melalui GOW dinilai efektif menjadi motor penggerak di tengah masyarakat. “Saya menilai pemberdayaan wanita yang tergabung GOW dalam menciptakan lingkungan bersih melalui gerakan gotong royong membersihkan lingkungan mampu menjadi motivasi bagi masyarakat umum yang lain untuk melakukan gerakan serupa,” kata Boy Yandra.
Dari Taman Sari ke Pemukiman Warga
GOW sebelumnya telah menunjukkan aksi nyata dengan membersihkan sampah di kawasan terbuka Taman Sari Sungailiat. Aksi itu mendapat dukungan dari PT Timah dan warga setempat.
Boy Yandra mengapresiasi inisiatif tersebut. Menurut dia, kegiatan seperti ini perlu diperluas ke pemukiman warga agar dampaknya lebih terasa.
Edukasi Pilah Sampah untuk Ekonomi Keluarga
Tak hanya bersih-bersih, GOW juga aktif memberikan edukasi soal pemanfaatan barang bekas. Warga diajak mengumpulkan dan memilah sampah yang masih memiliki nilai jual, seperti plastik, kaleng, aluminium, dan kertas.
“Pemanfaatan sampah yang bijak dapat memberikan kontribusi pada ekonomi keluarga,” ujar Boy Yandra.
Volume Sampah Terus Bertambah Seiring Pemukiman Baru
Boy Yandra menjelaskan penanganan sampah sejak dini harus dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan. Sebab, potensi volume sampah terus bertambah seiring pertumbuhan pemukiman warga di Kabupaten Bangka.
DLH berharap gerakan gotong royong ini bisa menjadi kebiasaan, bukan hanya program musiman. Dengan melibatkan organisasi perempuan, kesadaran kolektif diharapkan tumbuh dari unit terkecil, yaitu rumah tangga.