TOBOALI — Piala Dunia 2026 akan terasa lebih dekat bagi warga Bangka Selatan. Pemkab setempat melalui Dinas Komunikasi dan Informatika telah menyiapkan fasilitas nonton bareng di ruang publik, tepatnya di Kawasan Wisata Simpang Lima Toboali.
Nobar Berlangsung Sebulan Penuh, dari Babak Penyisihan hingga Final
Kepala Diskominfo Bangka Selatan Yuri Siswanto mengatakan, fasilitas ini akan tersedia selama gelaran Piala Dunia 2026 berlangsung. Ajang sepak bola terbesar di dunia itu dijadwalkan bergulir mulai 13 Juni hingga 20 Juli 2026.
"Kami bersama TVRI Bangka Belitung telah menyiapkan fasilitas Nonton Bareng Piala Dunia bagi masyarakat Bangka Selatan," kata Yuri di Toboali, Selasa.
Artinya, masyarakat bisa menyaksikan puluhan pertandingan, mulai babak penyisihan grup hingga laga puncak, tanpa harus bepergian jauh atau berlangganan layanan televisi berbayar.
Alasan Pemkad Gelar Nobar: Sepak Bola Menyatukan Semua Kalangan
Pemkab Bangka Selatan menilai antusiasme warga terhadap Piala Dunia sangat tinggi. Sepak bola dinilai sebagai olahraga yang mampu menyatukan berbagai kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa.
"Kegiatan nobar ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam menghadirkan ruang kebersamaan bagi masyarakat sekaligus memberikan hiburan yang positif," ujar Yuri.
Ia menambahkan, kegiatan ini diharapkan bisa menjadi sarana hiburan sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga. "Kegiatan ini diharapkan terus menjadi wadah kebersamaan dan memperkuat interaksi sosial di tengah masyarakat," ujarnya.
Lokasi Strategis di Pusat Kota, Akses Mudah untuk Warga
Kawasan Wisata Simpang Lima Toboali dipilih karena berada di pusat kota dan mudah dijangkau warga dari berbagai kecamatan. Pemerintah daerah menyediakan layar lebar dan area duduk agar nobar berlangsung nyaman.
Yuri memastikan bahwa fasilitas ini akan terus beroperasi selama Piala Dunia 2026 berlangsung. Tidak ada biaya yang dipungut dari masyarakat untuk menonton pertandingan di lokasi tersebut.