KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Ekspedisi Lintas Nusa 2.0 resmi memulai pengujian sesungguhnya terhadap Toyota Veloz Hybrid EV. Bukan sekadar perkenalan produk, tim Moladin bersama reviewer Fikri Wahyudi, Michael Boerma, Purwandana Budyandaka, dan Bagiro langsung menggeber MPV ini menembus berbagai karakter jalan Sulawesi. Rute perdana dari Kendari menuju Palopo sejauh lebih dari 800 kilometer dipilih untuk menguji daya tahan dan efisiensi kendaraan secara riil.
Efisiensi BBM Terbukti: 408 Km dengan Indikator Hanya Turun 3 Bar
Salah satu temuan paling menarik adalah konsumsi bahan bakar yang sangat irit. Setelah menempuh jarak 408,8 km dengan kombinasi jalan menanjak, turunan, hingga jalur off-road, indikator bahan bakar Veloz Hybrid EV hanya berkurang sekitar tiga bar dari posisi penuh. Tim Moladen mencatat mobil masih mampu melanjutkan perjalanan tanpa perlu isi ulang BBM sejak berangkat dari Kendari hingga tiba di Morowali.
Angka ini membuktikan bahwa sistem hybrid Toyota tidak hanya bekerja optimal di perkotaan, tetapi juga mampu menjaga efisiensi saat melibas medan berat. Hasil ini menjadi nilai jual utama bagi konsumen yang kerap melakukan perjalanan jarak jauh.
Handling Lebih Mantap Berkat Posisi Baterai di Bawah
Perbedaan paling terasa antara Veloz Hybrid EV dengan varian bensin terletak pada stabilitas berkendara. Posisi baterai hybrid yang diletakkan di bagian bawah mobil berhasil menurunkan titik gravitasi. Alhasil, MPV ini terasa lebih stabil saat melaju di tikungan tajam dan jalur berliku khas Sulawesi.
“Pengendalian Veloz Hybrid EV terasa lebih mantap, terutama ketika melewati tikungan tajam,” ujar tim reviewer dalam catatan perjalanan. Ditambah dengan kabin yang lebih senyap berkat minimnya suara mesin saat mode listrik aktif, kenyamanan penumpang belakang selama perjalanan jauh pun meningkat signifikan.
Persiapan Matang dan Dukungan Jaringan Dealer 3S
Sebelum memulai ekspedisi, tim Moladin bersama Toyota memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan optimal. Pengecekan teknis meliputi tekanan ban, sistem pengereman, oli mesin, hingga fungsi seluruh lampu. Perhatian khusus diberikan pada sistem pendingin baterai hybrid dan saringan baterai agar sistem elektrifikasi tetap bekerja maksimal.
Perjalanan di Sulawesi juga didukung penuh oleh jaringan Kalla Toyota yang memiliki layanan standar 3S (Sales, Service, Spare Parts) di sejumlah wilayah. Dukungan ini menjadi jaminan bagi pemilik Veloz Hybrid EV jika membutuhkan perawatan atau perbaikan saat melintas di luar Pulau Jawa.
Kabin Senyap dan Lega untuk Perjalanan Jauh
Kenyamanan kabin menjadi salah satu fokus pengujian. Sistem hybrid membuat suara mesin lebih halus dan minim, sehingga suasana kabin terasa lebih tenang. Area kaki (legroom) yang luas memberikan kenyamanan ekstra bagi penumpang, terutama saat duduk berjam-jam di kursi belakang. Kombinasi sistem hybrid dan handling yang stabil membuat kabin tetap nyaman meski mobil melewati berbagai kontur jalan, dari aspal mulus hingga jalur off-road yang menantang.
Ekspedisi Lintas Nusa 2.0 masih akan berlanjut ke rute-rute berikutnya. Namun, dari pengujian awal ini, Toyota Veloz Hybrid EV berhasil membuktikan diri sebagai MPV hybrid yang tidak hanya irit di kota, tetapi juga tangguh dan nyaman untuk petualangan lintas pulau.