Pencarian

Uji Dynotest Aditif Tukang Solar di Thailand: Kenaikan Tenaga 5 HP pada Toyota FJ Cruiser

Rabu, 22 Juli 2026 • 09:38:31 WIB
Uji Dynotest Aditif Tukang Solar di Thailand: Kenaikan Tenaga 5 HP pada Toyota FJ Cruiser
Uji dynotest aditif Tukang Solar di Thailand menunjukkan kenaikan tenaga 5,01 HP pada mesin Toyota FJ Cruiser.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Aditif asal Indonesia, Tukang Solar, baru saja menyelesaikan uji performa di Thailand dengan menggandeng dua nama besar: TOM'S Racing Thailand dan KNT Motorsport. Produk yang diuji adalah kombinasi Aditif Oli dan Aditif Bensin pada mesin bensin Toyota FJ Cruiser generasi terbaru — model yang bahkan belum masuk pasar Indonesia.

Hasil Dynotest: Kenaikan Tenaga dan Torsi

Pengujian menggunakan mesin Dynojet Research milik KNT Motorsport. Hasilnya tercatat cukup signifikan untuk sebuah aditif: tenaga naik 5,01 HP dan torsi bertambah 16,90 Nm. Angka ini diambil dari perbandingan sebelum dan sesudah pemakaian produk.

Yang menarik, proses pengujian diawasi langsung oleh Jono Lester, pembalap profesional kelas GT3 internasional. Kehadirannya sebagai pengawas independen membuat hasil ini lebih berbobot dibanding sekadar klaim pabrikan di atas kertas.

Mengapa Thailand dan Bukan Indonesia?

Thailand dipilih karena ekosistem motorsport-nya yang matang di Asia Tenggara. TOM'S Racing Thailand Corporate menyediakan unit FJ Cruiser sekaligus menangani sisi teknis pengujian. Ini langkah cerdas untuk membangun kredibilitas, tapi juga menimbulkan pertanyaan: apakah hasil serupa bisa direproduksi di Indonesia dengan bahan bakar dan kondisi jalan lokal?

Belum ada informasi apakah Tukang Solar berencana melakukan uji serupa di dalam negeri. Untuk konsumen Indonesia, ini catatan penting — performa aditif bisa berbeda tergantung kualitas BBM dan iklim tropis.

Kombinasi Produk: Aditif Oli + Aditif Bensin

Tukang Solar tidak menguji produknya secara terpisah. Mereka memakai kombinasi dua produk sekaligus pada mesin bensin FJ Cruiser. Artinya, kenaikan 5,01 HP dan 16,90 Nm adalah hasil sinergi keduanya, bukan efek masing-masing produk secara individu.

  • Aditif Oli: diformulasikan untuk mengurangi gesekan internal mesin.
  • Aditif Bensin: diklaim meningkatkan pembakaran dan efisiensi bahan bakar.
  • Hasil kombinasi: kenaikan tenaga 5 HP dan torsi hampir 17 Nm pada mesin bensin naturally aspirated.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli

Meski angka dynotest terlihat menjanjikan, ada beberapa catatan kritis. Pertama, unit uji adalah FJ Cruiser terbaru yang belum beredar di Indonesia — performa pada mesin yang sudah berusia atau berbeda spesifikasi bisa berbeda. Kedua, pengujian dilakukan di Thailand dengan kondisi bahan bakar dan suhu yang mungkin tidak identik dengan Indonesia.

Ketiga, belum ada data jangka panjang soal efek aditif ini terhadap durabilitas mesin. Kenaikan tenaga 5 HP memang menarik, tapi apakah gesekan internal berkurang secara konsisten setelah ribuan kilometer? Ini pertanyaan yang belum terjawab dari pengujian satu kali ini.

Verdict: Kredibel Tapi Butuh Verifikasi Lokal

Hasil uji Tukang Solar di Thailand patut diapresiasi karena melibatkan pihak ketiga kredibel seperti Jono Lester dan TOM'S Racing. Namun, untuk konsumen Indonesia yang akan mengeluarkan uang puluhan juta untuk aditif, disarankan menunggu uji coba lokal atau testimoni pemakaian jangka panjang.

Aditif ini cocok untuk: pemilik mobil bensin yang ingin mencoba peningkatan performa ringan dan tidak keberatan dengan harga premium produk lokal. Kurang cocok untuk: mereka yang menginginkan data durabilitas jangka panjang atau garansi performa di kondisi jalan Indonesia.

Bagikan
Sumber: otomotif.sindonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks