PANGKALPINANG — Peringatan keras disampaikan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy terkait kerja sama militer Rusia dengan Korea Utara yang disebutnya mengancam keamanan Asia, termasuk Indonesia. Menurut Zelenskyy, bantuan Rusia dalam menyempurnakan persenjataan Korut akan membuat rudal balistik Pyongyang mampu menjangkau berbagai negara di kawasan.
"Rusia membantu Korea Utara belajar perang untuk menyempurnakan persenjataan mereka, memberi mereka pengalaman bagaimana penggunaan senjata tersebut di medan perang. Semua itu adalah ancaman bagi semua orang di Asia, yang berada dalam jangkauan tembak rudal Korea Utara," kata Zelenskyy dalam pidato video yang dikutip Sabtu (25/7).
Rusia Siapkan 30.000 Tentara Korut untuk Perang
Dalam kesempatan yang sama, Zelenskyy menuding Rusia berencana mendatangkan 30.000 personel militer Korea Utara untuk ikut bertempur melawan Ukraina. Ia mengutip laporan intelijen komprehensif yang menyebut Moskow tengah mempersiapkan perluasan mobilisasi pada musim gugur mendatang.
"Kami juga melihat kerja sama Rusia dengan Korea Utara. Rusia ingin mendatangkan 30.000 tentara lagi dari Korea Utara," ujarnya.
Zelenskyy menambahkan, sejak Juni lalu personel Korut telah ditempatkan di daerah perbatasan Voronezh. Selain pasukan, Pyongyang juga disebut bersiap mengirimkan senjata peluncur rudal balistik baru untuk mendukung operasi militer Rusia.
Kemitraan Strategis Rusia-Korut Semakin Erat
Kerja sama politik dan militer kedua negara semakin kuat setelah penandatanganan kesepakatan kemitraan strategis komprehensif pada Juni 2024. Pada April 2025, Rusia mengonfirmasi keterlibatan tentara Korut dalam upaya merebut kembali wilayah Kursk yang diduduki Ukraina sejak Agustus 2024.
Pernyataan Zelenskyy ini menambah ketegangan di tengah konflik yang telah berlangsung lebih dari dua tahun. Meski demikian, baik Kremlin maupun Pyongyang belum memberikan tanggapan resmi atas tudingan tersebut.