Pencarian

Bluesky Ganti CEO dan COO, Siap Lawan X dengan Protokol Terbuka di TechCrunch Disrupt 2026

Jumat, 14 Agustus 2026 • 03:23:31 WIB
Bluesky Ganti CEO dan COO, Siap Lawan X dengan Protokol Terbuka di TechCrunch Disrupt 2026
Toni Schneider dan Rose Wang akan memaparkan arah baru Bluesky dalam sesi di TechCrunch Disrupt 2026 di San Francisco.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — TechCrunch Disrupt 2026 akan menjadi panggung bagi Bluesky untuk membuktikan bahwa media sosial bisa "memulai ulang" dengan model yang berbeda. CEO Toni Schneider dan COO Rose Wang dijadwalkan berbicara di Disrupt Stage, San Francisco, pada 13-15 Oktober mendatang, membahas posisi Bluesky dalam ekosistem sosial web yang sedang bertransisi.

Misi Bluesky: dari Platform ke Protokol Terbuka

Berbeda dengan pendekatan platform tertutup ala Facebook atau X, Bluesky dibangun di atas protokol terbuka yang memungkinkan interoperabilitas. Model ini memberi pengguna kendali lebih besar atas data dan algoritma mereka, sekaligus membuka peluang bagi pengembang untuk membangun layanan di atas infrastruktur yang sama.

Bagi para founder yang membangun produk konsumen, transisi ini dinilai krusial. Jika media sosial benar-benar memasuki era baru, akan lahir peluang untuk model bisnis, produk, dan komunitas yang sepenuhnya baru.

Pergantian Kepemimpinan di Momen Krusial

Bluesky tengah berada di titik transisi. Jay Graber, CEO pendiri, baru saja bergeser menjadi Chief Innovation Officer. Posisinya digantikan oleh Toni Schneider, yang sebelumnya menjabat sebagai CEO interim selama empat bulan sebelum akhirnya dikukuhkan permanen.

"Kami berada di awal cerita ini, dengan satu dekade pekerjaan menarik ke depan untuk membangun web terbuka yang mencerminkan kekayaan cara orang terhubung, berkomunikasi, dan membangun mata pencaharian bersama," tulis Schneider dalam pengumuman resminya.

Keputusan ini diambil karena Bluesky dinilai membutuhkan operator berpengalaman yang fokus pada skala dan eksekusi, bukan sekadar inovasi produk.

Strategi Rose Wang: Kembalikan Koneksi Manusia

Rose Wang, yang bergabung sejak 2021 dan pernah memimpin customer experience di Forethought AI, membawa perspektif berbeda. Ia menilai kebutuhan akan koneksi antarmanusia semakin mendesak di tengah membanjirnya konten buatan AI di berbagai platform.

"Facebook dan Twitter itu besar, dan mereka punya banyak pengguna, jadi bagi mereka untuk berbelok arah itu sangat sulit. Lagipula, mereka pada dasarnya sudah menjadi perusahaan AI," ujar Wang dalam sesi di SXSW London awal tahun ini.

Pernyataan ini menegaskan posisi Bluesky sebagai alternatif yang lebih manusiawi, di mana interaksi autentik masih menjadi prioritas utama.

Dampak bagi Pengguna dan Kompetisi Pasar

Bagi pengguna yang lelah dengan feed penuh konten generatif dan iklan yang mengejar engagement, Bluesky menawarkan pendekatan berbeda: pengguna bisa memilih server komunitasnya sendiri. Model ini mirip dengan cara kerja email, di mana pengguna Gmail bisa tetap berkomunikasi dengan pengguna Outlook.

Meski basis penggunanya masih jauh di bawah X atau Facebook, keberadaan Bluesky menjadi uji nyata apakah jaringan berbasis protokol terbuka bisa mempertahankan komunitas dan merebut pangsa pasar dari kompetitor mapan.

Dari Startup Battlefield hingga Jaringan 10.000 Founder

Diskusi Bluesky hanyalah satu dari rangkaian agenda Disrupt 2026. Acara ini juga menghadirkan kompetisi Startup Battlefield, sesi networking, dan akses langsung ke lebih dari 10.000 founder, investor, dan teknolog dari berbagai negara.

Tiket masih tersedia dengan harga awal, namun akan naik akhir bulan ini. Bagi yang ingin mendengar langsung paparan Schneider dan Wang, acara ini menjadi kesempatan langka untuk menyaksikan arah baru media sosial yang sedang dibangun dari bawah.

Follow suarababel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks