KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Erajaya Active Lifestyle menggandeng Shokz menggelar pop up store bertajuk OpenDots 2 di Kota Kasablanka, Jakarta, pada 10–16 Agustus 2026. Acara ini sekaligus jadi ajang perkenalan resmi jajaran terbaru Shokz untuk pasar Tanah Air, mulai dari open-ear earbuds hingga headset bone conduction untuk olahraga air dan lari.
Kami sempat menjajal keempat perangkat yang dipajang. Yang langsung terasa adalah pergeseran fokus Shokz: dari sekadar audio olahraga, kini mereka mengejar kenyamanan pemakaian harian dengan desain yang lebih ringan dan fleksibel.
OpenDots 2: Fokus Utama pada Kenyamanan dan Audio Bertenaga
OpenDots 2 adalah produk terbaru yang jadi bintang di acara ini. Desainnya memakai material silikon yang dipadukan dengan kerangka JointArc berbahan nikel-titanium. Klaimnya, kerangka ini bisa menyesuaikan berbagai bentuk telinga, dan saat dicoba, tekanan di telinga terasa minimal—cocok untuk dipakai berjam-jam tanpa rasa pegal.
Untuk urusan suara, Shokz membekalinya dengan teknologi Bassphere 2.0 yang diklaim menghasilkan audio bertenaga dengan distorsi rendah. Ada juga dukungan Dolby Audio yang membuat soundstage terasa lebih luas, terutama untuk genre musik dengan banyak instrumen.
Yang perlu dicatat: ini kesan awal dari sesi singkat di toko. Ketahanan baterai dan performa saat dipakai di luar ruangan yang bising masih harus diuji lebih lama.
OpenFit Pro: Open-Ear dengan Peredam Bising
OpenFit Pro menempati posisi tertinggi di lini OWS (Open Wearable Stereo) Shokz. Berbeda dari OpenDots 2 yang berbentuk clip, OpenFit Pro punya desain hook yang melingkar di telinga. Shokz mengklaim peredam bising (noise reduction) di perangkat ini mampu menjaga kejernihan suara meski dipakai di tempat ramai.
Teknologi SuperBoost disebut jadi andalan untuk menghasilkan suara yang lebih bertenaga di kelas open-ear. Sayangnya, kami belum bisa memverifikasi klaim ini secara mendalam—pengujian di lingkungan bising seperti jalan raya atau gym baru bisa dilakukan jika unit review sudah tersedia.
OpenSwim Pro dan OpenRun Pro 2: Dua Kebutuhan Olahraga Berbeda
OpenSwim Pro adalah headset bone conduction yang dirancang khusus untuk berenang. Suara dihantarkan melalui getaran di tulang tengkorak dekat telinga, sehingga telinga tetap terbuka untuk mendengar suara sekitar. Rating IP68 membuatnya aman digunakan di dalam air, dan ini jadi pilihan menarik bagi perenang yang tidak mau repot dengan earplug TWS yang rawan hilang.
Sementara itu, OpenRun Pro 2 punya prinsip kerja serupa, tapi disetel untuk kebutuhan berlari. Desainnya lebih ringan dan stabil saat dipakai bergerak cepat. Bedanya, OpenRun Pro 2 tidak dibekali rating IP68 setinggi OpenSwim Pro, jadi tidak disarankan untuk berenang.
Pop Up Store: Ada Exclusive Kit Box Edisi Terbatas
Selama periode 10–16 Agustus 2026, pengunjung yang datang ke Kota Kasablanka berkesempatan mendapatkan Exclusive Kit Box edisi terbatas. Isinya berupa case OpenDots 2 dan anting yang bisa dipasangkan ke bridge earbud—aksesori kecil yang fungsinya lebih ke personalisasi daripada teknis.
Yang menjadi catatan besar di sini: tidak ada satu pun informasi harga yang dipajang atau disampaikan staf di lokasi. Padahal, untuk kategori open-ear earbuds, kompetitor seperti Sony LinkBuds dan Huawei FreeClip sudah beredar dengan harga yang jelas di pasaran. Tanpa angka resmi, sulit menilai posisi OpenDots 2 dan OpenFit Pro di pasar Indonesia yang sensitif terhadap harga.
Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli
Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan membeli produk Shokz di lini ini:
- Harga belum diumumkan—konsumen harus menunggu info resmi, sementara kompetitor sudah punya banderol tetap.
- Kualitas audio bone conduction—untuk OpenSwim Pro dan OpenRun Pro 2, karakter suaranya beda dari earbuds biasa; bass tidak akan sedalam TWS in-ear.
- Kenyamanan vs isolasi bising—desain open-ear memang nyaman dan aman untuk kesadaran situasional, tapi kebocoran suara (sound leakage) tetap ada, terutama di volume tinggi.
- Ketersediaan unit demo—kami sarankan mencoba langsung di toko sebelum membeli, karena faktor kenyamanan sangat subjektif dan bergantung pada bentuk telinga masing-masing.
Shokz patut diapresiasi karena konsisten membawa inovasi open-ear ke Indonesia. Tapi untuk sekarang, keputusan pembelian sebaiknya ditunda sampai harga resmi dan hasil review jangka panjang keluar. Untuk urusan kenyamanan, OpenDots 2 menunjukkan potensi besar—tinggal bagaimana Shokz memposisikan harganya agar tidak kalah dari kompetitor yang sudah lebih dulu mengakar.