BIN, TAIWAN — Momen haru tak terelakkan saat Yuni Lestari (34) bersua dengan sang ibunda, Suyati (54), di sela Festival Budaya di New Taipei City, Taiwan, Minggu (23/8). Pertemuan ini menjadi yang pertama setelah Yuni memutuskan tidak pernah mudik selama sekitar 10 tahun bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di negeri Formosa.
Suyati datang jauh-jauh dari Pati, Jawa Tengah, melalui program Tali Kasih "Teman Seperjuangan BRI". Kejutan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Utama BRI Hery Gunardi di hadapan para peserta festival.
Keputusan Berat di Balik Satu Dekade Tidak Mudik
Di balik keputusannya untuk tidak pulang, terdapat perjalanan panjang sebagai anak, ibu, sekaligus satu tumpuan ekonomi keluarga. Keputusan Yuni merantau bermula ketika kondisi ekonomi keluarganya berubah drastis setelah sang ayah mengalami kecelakaan.
Sejak itu, Yuni mengambil peran sebagai tulang punggung. Ia bekerja sebagai caregiver dan menggunakan sebagian besar penghasilannya untuk memenuhi kebutuhan keluarga di kampung halaman.
Perjuangan Berat di Negeri Orang
Perjalanan Yuni sebagai PMI tidak selalu mulus. Dalam beberapa pekerjaan sebelumnya, ia sempat menghadapi beban kerja yang cukup berat. Meski demikian, ia bertahan demi memperbaiki kehidupan orang-orang terdekatnya.
"Perjalanan saya sebagai PMI juga diwarnai berbagai tantangan. Dalam beberapa pekerjaan sebelumnya, saya sempat menghadapi beban kerja yang cukup berat. Saya sangat tidak menyangka akhirnya bisa bertemu dengan ibu saya. Terima kasih BRI dan Pak Hery Gunardi," ucap Yuni sambil berkaca-kaca.
Program Tali Kasih: Menjembatani Kerinduan Pekerja Migran
Pertemuan Yuni dan Suyati merupakan bagian dari rangkaian acara yang digagas BRI untuk mengapresiasi perjuangan para pekerja migran Indonesia. Melalui payung program Tali Kasih "Teman Seperjuangan BRI", perusahaan pelat merah ini berupaya menghadirkan dampak sosial langsung bagi masyarakat Indonesia yang bekerja di luar negeri.
Momen ini diharapkan tidak hanya menjadi kenangan manis bagi Yuni, tetapi juga pengingat bahwa perjuangan para PMI di perantauan mendapat perhatian dari berbagai pihak di tanah air.