KOBA — Aksi nyata memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 berlangsung di Pantai Terentang, Koba, Kamis (25/06/2026). Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Bangka Tengah bersama Pemerintah Kabupaten setempat menggelar dua agenda utama: penanaman bibit pohon mangrove dan pemilahan sampah di area pesisir.
Ketua GOW Bangka Tengah, Diah Vitaloka, menegaskan kegiatan ini bukan sekadar seremonial. Ia menyebut peran perempuan sangat strategis dalam menjaga keberlangsungan bumi.
“Tema hari ini memiliki makna yang sangat kuat. Dari tangan-tangan perempuan, kita melahirkan generasi yang mencintai lingkungan,” katanya, Kamis (25/6/2026).
Diah berharap aksi ini berkelanjutan dan tidak berhenti di sini. Ia juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara organisasi wanita dan pemerintah harus terus diperkuat untuk mencakup agenda pelestarian lingkungan lainnya.
Sekda Bangka Tengah, Ahmad Syarifullah Nizam, memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif para pengurus GOW. Ia menyambut kegiatan ini sebagai hal yang luar biasa karena ibu-ibu aktif memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas lingkungan hidup.
“Harapan kita, mangrove yang ditanam hari ini terus tumbuh dan ke depan bisa dikelola menjadi sarana wisata hutan mangrove,” ujarnya.
Sekda juga mendorong agar gerakan serupa dapat direplikasi di berbagai tempat lain di Bangka Tengah. Ia mengajak pihak swasta melalui dana CSR turut serta memberikan dukungan, mengingat keterbatasan anggaran pemerintah daerah.
Penanaman mangrove di Pantai Terentang diharapkan mampu mencegah abrasi dan menjaga ekosistem pesisir. Dalam jangka panjang, hutan mangrove yang terbentuk bisa menjadi destinasi wisata alam yang memberdayakan masyarakat sekitar.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut instruksi BKOW Bangka Belitung untuk meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan di wilayah masing-masing. GOW Bangka Tengah menjadi salah satu organisasi yang merespons cepat instruksi tersebut.