KOBA — Warga tak hanya datang untuk mengurus dokumen kependudukan atau berbelanja sembako murah. Layar lebar yang dipasang di area Pujasera Bundaran Tugu Ikan menjadi daya tarik tersendiri, menyiarkan langsung pertandingan Piala Dunia 2026 sejak pagi hari.
Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, turun langsung memantau jalannya pelayanan dan ikut membaur bersama warga menyaksikan pertandingan. Ia menilai lokasi acara yang berada di pusat jajanan UMKM menjadi nilai tambah strategis.
“Hari ini kami melaksanakan pelayanan terpadu sekaligus menyaksikan pertandingan antara Afrika Selatan dan Korea Selatan. Ini sangat luar biasa karena lokasinya sangat strategis, yaitu tempat di mana teman-teman UMKM berjualan. Jadi pastinya, kegiatan ini akan menambah omset mereka,” ujar Algafry di Koba, Kamis (25/6/2026).
Layanan yang Bisa Diakses Warga dalam Satu Lokasi
Melalui program Pelayanan Terpadu ini, Pemkab Bangka Tengah menghadirkan sejumlah layanan yang bisa diakses langsung oleh masyarakat di satu tempat. Warga tidak perlu lagi berpindah-pindah lokasi untuk mengurus keperluan administrasi dasar.
Beberapa layanan yang tersedia antara lain:
- Pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM)
- Pembuatan KTP elektronik dan administrasi kependudukan lainnya
- Pelayanan kesehatan gratis
- Pasar sembako murah untuk meringankan beban ekonomi warga
Alasan Nobar Digelar Bersamaan dengan Pelayanan Publik
Bupati Algafry menjelaskan bahwa penggabungan dua kegiatan ini bukan sekadar seremonial. Ia menyebutnya sebagai set event yang tepat sasaran karena menghadirkan tiga dampak sekaligus: kemudahan akses layanan publik, perputaran uang di sektor UMKM, dan hiburan bagi masyarakat.
“Inilah set event yang memang pas. Ada pelayanan terpadunya, ada pergerakan ekonominya, dan sekaligus kita bisa nonton bareng,” tambah Algafry.
Antusiasme warga terlihat sejak pagi. Area pujasera dipenuhi pengunjung yang bergantian mengurus administrasi, berbelanja di stan UMKM, lalu duduk bersama menyaksikan pertandingan. Suasana berbeda dan meriah mewarnai pusat Kota Koba pada hari itu.
Program ini menjadi salah satu upaya Pemkab Bangka Tengah untuk mendekatkan pelayanan publik sekaligus mendongkrak perekonomian lokal melalui keramaian yang tercipta dari kegiatan nobar.