SUNGAILIAT — Sebanyak 30 petugas kesehatan lingkungan dari 3 rumah sakit, 12 puskesmas, laboratorium, dan Pusat Layanan Darurat (PSC) 119 di Kabupaten Bangka mengikuti pelatihan pengelolaan limbah B3 medis. Kegiatan yang digelar Dinas Kesehatan setempat berlangsung sejak 22 hingga 26 Juni 2026 di Sungailiat.
Materi Pelatihan: Dari Pemilahan hingga Pelaporan Manifest
Para peserta dibekali pengetahuan teknis pengelolaan limbah medis padat dan cair. Materi mencakup tahap pemilahan, pewadahan, penyimpanan sementara, hingga tata cara pelaporan manifest limbah B3 yang sesuai regulasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kesehatan.
Narasumber dalam pelatihan ini berasal dari Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BLKM) Palembang. Selain teori, peserta juga melakukan praktik langsung di Rumah Sakit Depati Bahrin dan Puskesmas Sungailiat.
Capaian 100 Persen Pelaporan, tapi Pembinaan Klinik Swasta Masih Perlu Dikuatkan
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, Nora Sukma Dewi, mengungkapkan data nasional tahun 2025 menunjukkan baru 62 persen fasilitas kesehatan yang memiliki Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) limbah B3 sesuai standar. Sementara itu, hanya 58 persen yang tertib melaporkan manifest limbah.
“Di Kabupaten Bangka, kami berhasil mempertahankan capaian 100 persen ketertiban pelaporan untuk fasilitas kesehatan milik pemerintah dan rumah sakit swasta,” kata Nora dalam sambutannya di penutupan pelatihan, Jumat (26/6/2026).
Meski demikian, ia menambahkan bahwa pembinaan masih perlu diperkuat. “Belum semua klinik swasta melaksanakan kewajiban pelaporan tersebut,” ungkapnya.
Mengapa Pengelolaan Limbah B3 Medis Penting?
Limbah medis yang tidak dikelola dengan benar berpotensi menimbulkan risiko infeksi bagi petugas kesehatan dan masyarakat sekitar. Pencemaran lingkungan dari limbah B3 juga dapat mencemari tanah dan sumber air.
Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bangka untuk menekan angka insiden kecelakaan kerja di fasilitas kesehatan. Dinas Kesehatan berkomitmen memperkuat pengawasan dan pembinaan, terutama terhadap klinik swasta yang masih belum patuh pelaporan.