Pencarian

Bupati Bateng Tinjau Kebun Bawang Merah di Lubuk Pabrik, Petani Siap Panen 8 Juni 2026

Jumat, 29 Mei 2026 • 18:49:01 WIB
Bupati Bateng Tinjau Kebun Bawang Merah di Lubuk Pabrik, Petani Siap Panen 8 Juni 2026
Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman meninjau kebun bawang merah di Desa Lubuk Pabrik.

BANGKA TENGAH — Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah memastikan pengembangan komoditas bawang merah dan cabai di Kecamatan Lubuk Besar terus berjalan. Hal ini terlihat dari kunjungan Bupati Algafry Rahman ke kebun bawang merah milik Mulyono, anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Pading Makmur, di Dusun C2, Desa Lubuk Pabrik.

Dalam kunjungan tersebut, Algafry tidak sendirian. Ia didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, jajaran DPKP Bangka Tengah, Staf Ahli Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, Camat Lubuk Besar, serta Kepala Desa Lubuk Pabrik.

Mengapa Lubuk Pabrik Jadi Andalan Bawang Merah?

Menurut Algafry, penetapan Bangka Tengah sebagai sentra strategis komoditas hortikultura tidak lepas dari Surat Keputusan Kementerian Pertanian. “Kami bersama Dinas Pertanian Provinsi Bangka Belitung meninjau salah satu komoditas bawang merah yang ada di C2 Lubuk Pabrik,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa dua komoditas ini memang sengaja dipusatkan di wilayah Lubuk Besar, terutama Desa Lubuk Pabrik, untuk terus dikembangkan. “Alhamdulillah, hari ini Kepala Dinas Pertanian Provinsi juga siap membantu dan mendukung pengembangannya,” kata Algafry.

Kapan Petani Bisa Panen Lagi?

Kebun bawang merah di Dusun C2 ini bukanlah tanaman percobaan. Algafry menyebut bahwa petani setempat sudah beberapa kali melakukan panen. “Bawang merah di sini sudah beberapa kali panen dan akan kembali panen pada 8 Juni nanti. Dinas Provinsi juga sudah melihat langsung potensi bawang merah di daerah ini,” jelasnya.

Kepala DPKP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kurniawan, menegaskan komitmennya untuk mendukung para petani. Pihaknya akan fokus pada penyediaan sarana pertanian agar produksi bawang merah dan cabai dapat meningkat secara optimal.

“Kami sangat mendukung peningkatan potensi pertanian di daerah ini, terutama bawang merah dan cabai. Kami juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat maupun Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah untuk membantu petani meningkatkan produksinya,” ujar Kurniawan.

Apa Saja Dukungan yang Sudah Disiapkan Pemprov?

Dukungan dari pemerintah provinsi tidak hanya bersifat seremonial. Kurniawan menyebutkan bahwa koordinasi dengan pemerintah pusat akan terus dilakukan untuk memastikan ketersediaan bibit, pupuk, dan alat pertanian yang memadai. Langkah ini dinilai krusial agar hasil panen petani Lubuk Pabrik bisa bersaing dengan daerah sentra lainnya di Indonesia.

Kunjungan Bupati Algafry Rahman bersama Kepala DPKP Provinsi ini menjadi sinyal positif bagi petani di Dusun C2. Pasalnya, dengan adanya jaminan dukungan dari tingkat provinsi, risiko gagal panen atau fluktuasi harga bisa ditekan.

Bagaimana Nasib Petani Lain di Sekitar Lubuk Besar?

Keberhasilan petani di Desa Lubuk Pabrik diharapkan menjadi percontohan bagi petani lain di Kecamatan Lubuk Besar dan sekitarnya. Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah menargetkan agar klaster hortikultura ini mampu memenuhi kebutuhan bawang merah dan cabai tidak hanya untuk konsumsi lokal, tetapi juga untuk daerah tetangga di Provinsi Bangka Belitung.

Dengan jadwal panen yang sudah di depan mata, yakni 8 Juni 2026, semua pihak berharap produksi bawang merah di Lubuk Pabrik bisa melimpah. Hal ini tentu akan berdampak langsung pada kesejahteraan petani dan ketahanan pangan di Bangka Tengah.

Bagikan
Sumber: journalarta.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks