Pencarian

DLHK Babel Bentuk Tujuh Regu Masyarakat Peduli Api Antisipasi Karhutla di Musim Kemarau Ekstrem 2026

Minggu, 07 Juni 2026 • 13:41:31 WIB
DLHK Babel Bentuk Tujuh Regu Masyarakat Peduli Api Antisipasi Karhutla di Musim Kemarau Ekstrem 2026
Tujuh regu Masyarakat Peduli Api dibentuk di Kepulauan Bangka Belitung untuk antisipasi karhutla musim kemarau ekstrem 2026.

PANGKALPINANG — Tujuh regu Masyarakat Peduli Api (MPA) telah dibentuk untuk bertugas di desa-desa rawan karhutla di Kepulauan Bangka Belitung. Plt Kepala DLHK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Amransyah Muslimin, menyatakan bahwa pencegahan menjadi prioritas utama tahun ini dibandingkan pemadaman setelah api membesar.

"Kami lebih mengutamakan pencegahan dalam mengantisipasi karhutla tahun ini," kata Amransyah di Pangkalpinang, Minggu.

Empat Wilayah Prioritas Rawan Kekeringan Ekstrem

Kepala BMKG Kepulauan Babel, Eko Sulistyo Nugroho, memproyeksikan curah hujan akan jauh di bawah normal di beberapa titik. Wilayah prioritas kekeringan terkonsentrasi di Bangka Barat bagian barat, Bangka Selatan, Belitung bagian barat, dan Belitung Timur bagian timur.

"Wilayah-wilayah itu diperkirakan menerima curah hujan lebih rendah dibandingkan wilayah sekitarnya selama puncak musim kemarau tahun ini," ujar Eko.

MPA Jadi Garda Terdepan di Tingkat Desa

Amransyah menjelaskan, pembentukan regu MPA dilakukan melalui Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatra. Tugas utama mereka bukan hanya memadamkan api saat kebakaran terjadi, tetapi juga melakukan deteksi dini dan sosialisasi ke warga.

"Kita menjadikan MPA sebagai garda terdepan di tingkat desa untuk mengantisipasi karhutla selama musim kemarau ekstrem ini," katanya.

Strategi Pencegahan: Deteksi Cepat dan Tindakan Tegas

Meskipun Kepulauan Bangka Belitung tidak masuk dalam kategori provinsi rawan karhutla secara nasional, DLHK tetap menyiapkan langkah-langkah antisipasi. Fokus pencegahan mencakup empat hal: deteksi lebih cepat, respons cepat, penindakan tegas terhadap pelanggaran, serta kolaborasi antar pihak.

"Antisipasi karhutla tahun ini difokuskan pada pencegahan kebakaran sejak awal, mendeteksi lebih cepat, dan menindak tegas pelanggaran, agar kerusakan hutan dan lingkungan serta gangguan kesehatan dapat diminimalkan," ujar Amransyah.

Langkah ini dinilai krusial mengingat dampak karhutla tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan akibat kabut asap yang menyelimuti pemukiman warga.

Bagikan
Sumber: babel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks