KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Slate Auto, pabrikan asal Amerika Serikat, secara tidak sengaja mempublikasikan harga dan spesifikasi Slate Truck di situsnya. Bocoran ini langsung ditangkap oleh penggemar dan diunggah ke forum komunitas Slate. Harga varian standar tertera USD 24.950, atau setara sekitar Rp 399 juta (kurs Rp 16.000).
Angka tersebut memang lebih tinggi dari target awal pabrikan yang sempat menyebut USD 20.000 pada tahun 2025. Target itu dulu mengandalkan kredit pajak kendaraan bersih IRS senilai USD 7.500 yang kemudian dihapus akhir tahun lalu. Tanpa insentif tersebut, harga USD 24.950 tetap menjadi salah satu yang paling kompetitif di segmen truk pikap listrik.
Spesifikasi Berubah: Tenaga Turun, Kapasitas Derek Naik
Dari bocoran yang beredar, terdapat perubahan spesifikasi pada motor listrik penggerak roda belakang. Tenaganya kini menjadi 181 hp (135 kW), turun dari angka sebelumnya yang 201 hp (150 kW). Slate justru meningkatkan kapasitas derek menjadi dua kali lipat, dari 1.000 lbs menjadi 2.000 lbs (907 kg).
Perubahan ini menunjukkan kompromi desain yang cukup menarik. Slate Truck tetap mengusung pendekatan minimalis—jendela listrik saja merupakan opsi tambahan, dan tidak ada sistem infotainment atau modem tertanam. Fokusnya jelas: truk listrik sederhana, murah, dan fungsional dengan jarak tempuh 150 mil (241 km) per pengisian daya.
Debut Resmi pada 24 Juni, Kesan Berkendara Pertama Menyusul
Slate Auto dijadwalkan mengumumkan harga resmi dan memberikan kesan pertama kali berkendara pada 24 Juni. Bocoran yang muncul saat ini sudah tidak bisa diakses lagi di situs resmi Slate. Tangkapan layar yang beredar cukup detail untuk memberikan gambaran awal kepada publik.
Bagi konsumen yang penasaran, model ini juga dirancang modular. Slate Truck bisa dikonversi menjadi SUV atau fastback di kemudian hari—sebuah nilai jual yang jarang ditemukan di segmen truk listrik. Semua informasi resmi baru akan dikonfirmasi pekan depan, termasuk apakah harga USD 24.950 benar-benar menjadi harga final.