Pencarian

Mitra Binaan PT Timah Jadi Narasumber Pelatihan Olahan Hasil Laut di Sungailiat, Warga Rusunawa Diajak Produksi Ampiang dan Kericu

Sabtu, 27 Juni 2026 • 15:25:01 WIB
Mitra Binaan PT Timah Jadi Narasumber Pelatihan Olahan Hasil Laut di Sungailiat, Warga Rusunawa Diajak Produksi Ampiang dan Kericu
Mitra binaan PT Timah, Getas Afifah, berbagi pengalaman dalam pelatihan olahan hasil laut di Sungailiat.

SUNGAILIAT — Puluhan warga Rusunawa Lingkungan Nelayan II, anggota PKK Sungailiat, dan masyarakat dari Lingkungan Nelayan I dan II mengikuti pelatihan pengolahan hasil laut yang digelar PT Timah. Kegiatan ini menghadirkan Getas Afifah, mitra binaan perusahaan sejak 2018, sebagai narasumber utama.

Alih-alih menghadirkan instruktur dari luar, PT Timah memilih pendekatan berbeda: memberdayakan pelaku UMKM lokal yang sudah terbukti berhasil untuk berbagi pengalaman langsung. "Kami tidak hanya memberi teori, tetapi juga praktik nyata dari pengusaha yang sudah menjalani prosesnya," ujar perwakilan PT Timah dalam sambutannya.

Dari Dapur Rumah ke Sentra Oleh-Oleh Bangka Tengah

Getas Afifah merupakan UMKM binaan PT Timah yang berbasis di Desa Kurau, Kabupaten Bangka Tengah. Selama delapan tahun, usaha ini tumbuh dari produksi rumahan menjadi salah satu pengolah hasil laut yang cukup dikenal di daerah tersebut.

Salah satu pengelola Getas Afifah, Dina Maria, mengatakan Desa Kurau memiliki potensi besar sebagai sentra penghasil ikan. Namun, tantangan utama tetap pada ketersediaan bahan baku. "Dalam kondisi tertentu, kami harus mendatangkan ikan dari Kabupaten Bangka Selatan agar produksi tetap berjalan," kata Dina.

Produk Bernilai Tambah: Ampiang dan Kericu

Dalam pelatihan ini, peserta tidak hanya diajarkan teknik membersihkan dan mengolah ikan segar, tetapi juga cara mengubahnya menjadi produk bernilai tambah. Dua produk utama yang dipraktikkan adalah ampiang—sejenis kerupuk ikan khas Bangka—dan kericu, olahan ikan yang difermentasi secara tradisional.

Kedua produk ini dipilih karena memiliki daya simpan lebih lama dan nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan ikan segar. Warga yang mengikuti pelatihan tampak antusias mempraktikkan langsung proses pembuatan, mulai dari pencampuran adonan hingga pengemasan.

Strategi Keberlanjutan UMKM ala PT Timah

Langkah PT Timah menjadikan mitra binaan sebagai narasumber merupakan bagian dari strategi menciptakan ekosistem UMKM yang mandiri. Perusahaan tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga memfasilitasi transfer keterampilan antarpelaku usaha.

Dengan model ini, peserta tidak sekadar menerima materi, tetapi juga melihat langsung contoh nyata pelaku UMKM yang sudah berhasil mengembangkan usahanya. Harapannya, warga Rusunawa Lingkungan Nelayan II dapat memulai usaha serupa secara mandiri setelah pelatihan.

Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa potensi perikanan di Bangka Belitung masih bisa dioptimalkan. Dengan keterampilan pengolahan yang tepat, hasil laut tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi bisa diolah menjadi produk yang memiliki daya saing di pasar lokal maupun luar daerah.

Bagikan
Sumber: ayobangka.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks