Pencarian

Ekspor Pupuk dan Mineral Babel Turun Jadi 1,03 Juta Ton pada Maret 2026, Catat Rekor Terendah Januari Lalu

Sabtu, 27 Juni 2026 • 18:10:31 WIB
Ekspor Pupuk dan Mineral Babel Turun Jadi 1,03 Juta Ton pada Maret 2026, Catat Rekor Terendah Januari Lalu
Volume ekspor pupuk dan mineral Kepulauan Bangka Belitung turun menjadi 1,03 juta ton pada Maret 2026.

PANGKALPINANG — Volume ekspor untuk kelompok barang SITC 27, yang mencakup pupuk dan mineral alam lainnya, dari Kepulauan Bangka Belitung kembali merosot pada Maret 2026. Berdasarkan data yang dihimpun, angka tersebut turun signifikan dibandingkan capaian di bulan yang sama tahun lalu.

Rekor Tertinggi dan Terendah dalam 14 Bulan Terakhir

Data historis menunjukkan bahwa ekspor dari provinsi penghasil timah ini sempat menyentuh puncak pada Mei 2025 dengan volume 2,35 juta ton. Sebaliknya, titik terendah dalam kurun waktu 14 bulan terakhir terjadi pada Januari 2026, di mana angka ekspor hanya mencapai 927,07 ribu ton.

Penurunan yang konsisten ini menjadi perhatian, mengingat sektor mineral alam merupakan salah satu penopang utama perekonomian daerah.

Logam Non-Besi Mendominasi, Bukan Pupuk

Meski judul data merujuk pada pupuk dan mineral alam, catatan ekspor Maret 2026 justru didominasi oleh kelompok barang lain. Dalam rekap dokumen pabean, terdapat 11 kelompok barang SITC 2 digit yang diekspor dari Bangka Belitung. Kelompok dengan volume terbesar adalah SITC kode 68, yaitu logam tidak mengandung besi, yang mencapai 197,31 juta ton.

Angka ini jauh melampaui volume ekspor untuk kelompok pupuk dan mineral alam yang menjadi fokus utama laporan. Dominasi logam non-besi ini mencerminkan struktur ekspor tradisional Babel yang bertumpu pada hasil tambang.

Pembayaran Masih dalam Proses Aktivasi

Sumber data dari Katadata Insight Center menyebutkan bahwa beberapa metode pembayaran untuk mengakses detail laporan masih dalam proses aktivasi. Informasi lebih lanjut mengenai rincian data ekspor per kelompok barang dapat diperoleh dengan menghubungi pusat riset tersebut.

Belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung atau Bank Indonesia perwakilan setempat mengenai penyebab spesifik dari penurunan ekspor ini. Namun, tren penurunan yang berlangsung sejak Oktober 2025 lalu patut diantisipasi dampaknya terhadap pendapatan daerah dan sektor usaha terkait.

Bagikan
Sumber: databoks.katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks