BANGKA TENGAH — Akses perkebunan sawit di Desa Nibung lumpuh total setelah ruas jalan ambruk diterjang banjir. Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Didit Srigusjaya, turun langsung ke lokasi, Senin (29/6/2026), menindaklanjuti laporan warga yang mengeluhkan terputusnya jalur distribusi hasil pertanian.
Di lokasi, Didit mendapati kondisi jalan yang amblas dan tak bisa dilalui kendaraan pengangkut sawit. Ia menyebut wilayah itu menjadi urat nadi perekonomian warga setempat.
Hampir 300 Kepala Keluarga Terdampak
Menurut Didit, jumlah warga yang bergantung pada jalan tersebut tidak sedikit. “Ini jalan perkebunan mendapatkan musibah, jalannya ambruk. Di daerah ini terdapat hampir 300 kepala keluarga yang melintas di jalan perkebunan ini,” ujarnya saat berada di lokasi.
Mayoritas dari mereka adalah petani sawit. Putusnya akses membuat hasil panen tidak bisa segera dibawa keluar, berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi bagi warga.
Jembatan Darurat dari Papan, Alat Berat Dikerahkan
Untuk penanganan darurat, Pemerintah Provinsi Bangka Belitung telah menurunkan alat berat guna meratakan titik ambruk. Warga pun bergotong royong membuat jembatan darurat dari papan agar akses pejalan kaki dan sepeda motor tetap bisa dilalui.
“Kita juga kasihan kalau tidak diurus, karena masyarakat sangat tergantung untuk menjual hasil sawit,” tambah Didit.
Didit: Perbaikan Masuk APBD Perubahan 2026
Didit menegaskan, persoalan ini akan menjadi prioritas DPRD Babel. Ia berjanji mengupayakan anggaran perbaikan jalan tani itu masuk dalam APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026, baik dari provinsi maupun Kabupaten Bangka Tengah.
“Kami akan perjuangkan ke APBD Perubahan Provinsi atau Bangka Tengah. Insyaallah mudah-mudahan dapat diakomodir,” pungkasnya.