PANGKALPINANG — Pelabuhan Pangkalbalam di Kota Pangkalpinang resmi menjadi pelabuhan tersibuk di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung selama Mei 2026. Kepala BPS Kepulauan Babel, Sugeng Arianto, menyatakan volume bongkar barang di pelabuhan ini melampaui pelabuhan lain di provinsi tersebut.
"Pada Mei tahun ini, Pelabuhan Pangkalbalam menjadi pelabuhan bongkar tersibuk untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat di Pulau Bangka," kata Sugeng di Pangkalpinang, Kamis.
Volume Bongkar Turun, Pangkalbalam Tetap Dominan
Sepanjang Mei 2026, total volume barang yang dibongkar di seluruh pelabuhan di Kepulauan Babel mencapai 158.473 ton. Angka ini turun 6,01 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 168.609 ton.
Penurunan volume bongkar terbesar terjadi di Pelabuhan Pangkalbalam, yakni sebesar 13,53 persen, disusul Pelabuhan Tanjung Kalian yang turun 10,18 persen. Meski menurun, Pangkalbalam tetap menjadi yang tertinggi secara absolut.
Akumulasi Januari-Mei 2026: Tren Positif di Tengah Fluktuasi
Secara kumulatif, aktivitas bongkar barang di Kepulauan Babel pada Januari hingga Mei 2026 mencapai 792.852 ton. Capaian ini naik 2,30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 775.041 ton.
"Aktivitas bongkar barang di Pelabuhan Pangkalbalam terbesar dibandingkan pelabuhan lainnya, sehingga Pangkalbalam ini menjadi pintu gerbang perekonomian masyarakat di Pulau Bangka ini," ujar Sugeng.
Muat Barang Juga Turun, Pelabuhan Lain Jadi Tersibuk di Sektor Muat
Di sisi lain, volume barang yang dimuat dari berbagai pelabuhan di Babel pada Mei 2026 tercatat 297,78 ribu ton, turun 1,29 persen dari bulan sebelumnya. Penurunan muat terbesar terjadi di Pelabuhan Sadai-Toboali sebesar 9,85 persen, diikuti Pelabuhan Pangkalbalam sebesar 9,64 persen, dan Pelabuhan Tanjung Kalian sebesar 3,25 persen.
Meski demikian, secara akumulasi Januari hingga Mei 2026, volume muat barang justru meningkat signifikan sebesar 22,22 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kondisi Perairan Aman, Pasokan Masyarakat Lancar
Sugeng menambahkan, selama Mei 2026 aktivitas bongkar muat di sejumlah pelabuhan berjalan lancar. Lalu lintas pelayaran kapal disebut dalam kondisi aman, sehingga distribusi berbagai kebutuhan pokok masyarakat di daerah ini tidak terganggu.