KOBA — Puluhan sekolah di Bangka Tengah sudah lama menunggu perbaikan. Atap bocor, ruang kelas usang, dan fasilitas penunjang yang minim membuat proses belajar mengajar tidak maksimal. Kini, pemerintah daerah mengambil langkah konkret dengan mengusulkan revitalisasi massal kepada pemerintah pusat.
Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman mengatakan usulan revitalisasi tersebut terdiri dari 24 SD dan 13 PAUD. Angka ini dinilai cukup besar untuk ukuran kabupaten dengan kemampuan APBD yang terbatas.
"Revitalisasi lembaga pendidikan menjadi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan di daerah," kata Algafry di Koba, Senin.
Ada Tambahan untuk SMP Lewat Anggaran Perubahan
Pemerintah daerah tidak hanya mengincar perbaikan untuk jenjang dasar. Algafry mengungkapkan bahwa Bangka Tengah juga berpeluang mendapatkan bantuan revitalisasi untuk jenjang SMP melalui mekanisme anggaran perubahan (APBD-P) tahun ini.
Peluang itu muncul setelah komunikasi langsung dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah saat kunjungan ke daerah. "Kita sempat berkomunikasi langsung dengan menteri saat beliau berkunjung ke daerah ini, bahwa akan ada bantuan revitalisasi untuk tingkat SMP," ujarnya.
Dukungan Pusat untuk Daerah 3T
Algafry mengapresiasi respons positif dari Kemendikdasmen. Menurutnya, program revitalisasi memang diprioritaskan untuk daerah-daerah 3T seperti Bangka Tengah yang memiliki keterbatasan anggaran.
"Saya sangat mengapresiasi sekali bahwa menteri menanggapi secara positif usulan kita karena memang program tersebut diprioritaskan untuk daerah-daerah 3T," katanya.
Dukungan pemerintah pusat menjadi kunci. Sebab, kemampuan fiskal daerah belum cukup untuk menjalankan program perbaikan sekolah secara besar-besaran tanpa suntikan dana dari APBN.
Lahan 30 Hektare Disiapkan untuk Sekolah Nasional Terintegrasi
Selain revitalisasi, Algafry juga menyampaikan perkembangan terbaru pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Desa Namang. Pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas 30 hektare untuk proyek tersebut.
"SNT sepertinya kita memiliki titik terang, selain lahan sudah disiapkan seluas 30 hektare di Desa Namang, juga mendapat dukungan penuh dari Kemendikdasmen RI," ujarnya.
Bangka Tengah menjadi salah satu daerah prioritas dalam program pembangunan SNT yang berada langsung di bawah Kemendikdasmen. Saat ini proses masih berjalan, mulai dari pembersihan lahan hingga hibah lahan dari daerah ke kementerian.
Proyek SNT di Desa Namang diharapkan menjadi model sekolah terpadu yang bisa menjangkau siswa dari berbagai kecamatan. Dengan lahan seluas 30 hektare, kompleks sekolah ini dirancang untuk memiliki fasilitas yang lebih lengkap dibanding sekolah konvensional di daerah.