SUNGAILIAT — Polres Bangka mengerahkan personel untuk berpatroli di titik-titik rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Bangka. Langkah ini merupakan respons atas tingginya intensitas kebakaran yang terjadi sepanjang tahun ini.
Kapolres Bangka AKBP Indra Feri Dalimunthe mengatakan, pengawasan difokuskan pada kawasan yang paling rawan terbakar, seperti area pantai Lintas Timur Merawang, kawasan Matras, dan sejumlah lokasi hutan lainnya. "Kami mengintensifkan pengawasan kawasan hutan untuk mencegah terjadinya kebakaran dengan meningkatkan patroli oleh sejumlah personel kepolisian," ujarnya di Sungailiat, Kamis.
350 Hektare Hutan Hangus Terbakar
Pelaksana Tugas Kepala Satpol PP Kabupaten Bangka, Ahmad Suherman, mencatat luas kawasan hutan yang terbakar sejak Januari 2026 hingga saat ini mencapai kurang lebih 350 hektare. Angka ini menunjukkan betapa tingginya kerawanan karhutla di daerah tersebut.
"Hampir setiap hari ada laporan dari masyarakat terjadi kebakaran hutan, dan tim Damkar langsung turun ke lapangan untuk berusaha memadamkan api," kata Ahmad Suherman. Kondisi ini mendorong aparat untuk meningkatkan kewaspadaan dan upaya pencegahan di lapangan.
Edukasi Warga Jadi Kunci Pencegahan
Selain melakukan patroli, personel yang diterjunkan juga gencar melakukan pendekatan preventif kepada masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan. Aparat mengajak warga untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat dampaknya bisa meluas di tengah cuaca panas.
"Kondisi cuaca panas seperti sekarang, potensi kebakaran hutan sangat mudah terjadi, masyarakat harus benar-benar memperhatikan lingkungan, jangan membuang puntung rokok sembarangan, dilarang membakar hutan dengan alasan perluasan perkebunan," tegas Kapolres Bangka.
Warga Diminta Segera Laporkan Titik Api
Kapolres mengimbau masyarakat untuk segera melapor kepada pihak berwenang apabila melihat adanya titik api di sekitar lingkungan mereka. Deteksi dini dinilai jauh lebih efektif dibandingkan harus menangani kebakaran yang sudah meluas.
"Kami terus melakukan edukasi kepada masyarakat supaya paham dan ikut terlibat menjaga kelestarian kawasan hutan," katanya. Pihak kepolisian optimistis karhutla dapat dicegah semaksimal mungkin jika ada komitmen bersama dari seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga lingkungan.